Suara.com - Insulin sangat penting bagi penderita diabetes. Penyakit kronis ini tidak hanya meningkatkan risiko Covid-19 parah, tetapi juga dikaitkan dengan peningkatan diagnosis diabetes baru dan memburuknya komplikasi diabetes yang sudah ada.
Tetapi sayangnya, perawatan diabetes selama pandemi virus corona ini mengalami kendala. Banyak penderita yang menunda perawatan atau tidak membeli insulin karena termasuk obat paling mahal di pasaran.
Penundaan pengobatan ini berpotensi memperburuk kondisi kronis dan berkontribusi pada penambahan kasus kematian yang secara langsung dan tidak langsung disebabkan oleh Covid-19, menurut The Conversation.
Namun, dampak penuh spesifik dari pandemi Covid-19 terhadap manajemen dan perawtaan diabetes belum sepenuhnya dipahami.
Menurut peneliti, diperlukan studi lebih lanjut tentang bagaimana pandemi telah memengaruhi penderita diabetes. Sehingga kelompok ini dapat menerima perawatan yang memadai.
Insulin Sangat penting bagi penderita diabetes
Diabetes mempengaruhi bagaimana tubuh mengubah makanan menjadi energi.
Biasanya ketika kita makan, tubuh memcecah makanan menjadi gula yang masuk ke aliran darah. Pankreas melepaskan insulin.
Namun, penderita diabetes tidak dapat menyerap gula karena tubuh mereka tidak memproduksi insulin atau tidak dapat menggunakan insulin dengan baik. Jadi, untuk menjaga kadar glukosa di bawah kontrol, penderita diabetes memerlukan suntikan insulin setiap hari.
Baca Juga: 5 Makanan untuk Penderita Diabetes yang Aman, Awas Jangan Salah Pilih, Bisa Fatal!
Tanpa suntikan ini, peningkatan kadar gula darah dapat menyebabkan masalah kesehatan parah. Komplikasi yang paling umum dari diabetes adalah ketoasidosis diabetik.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP 5G Terbaru Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Jempolan
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- Banyak Banget, Intip Hampers Tedak Siten Anak Erika Carlina
- Proyek 3 Triliun Dimulai: Makassar Bakal Kebanjiran 200 Ton Sampah dari Maros dan Gowa Setiap Hari
- Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
Pilihan
-
Jusuf Kalla Mau Laporkan Rismon Sianipar ke Polisi! Ini Masalahnya
-
Di Balik Lahan Hindoli, Seperti Apa Perkebunan yang Jadi Lokasi 11 Sumur Minyak Ilegal?
-
Traumatik Mendalam Jemaat POUK Tesalonika Tangerang: Kebebasan Beribadah Belum Terjamin?
-
'Ayah, Ayah!' Tangis Histeris Keluarga Pecah saat Jenazah 3 Prajurit TNI Gugur Tiba di Tanah Air
-
Tragedi Gas Maut di TB Simatupang: 4 Nyawa Melayang dalam Toren, Proyek 8 Lantai Kini Senyap
Terkini
-
17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi
-
Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin