Suara.com - Gigi kuning tidak selalu menandakan seseorang jarang menyikat gigi. Seseorang bisa saja memiliki gigi kuning meskipun rajin sikat gigi dua kali sehari.
Gigi kuning mungkin akan membuat seseorang tidak percaya diri. Semua minuman dan makanan yang dikonsumsi bisa membuat gigi berwarna kuning.
Dr Aneka Khaira, Dokter Gigi Kosmetik di Harley Street Dental Studio dilansir dari Express, telah menjelaskan beberapa makanan dan minuman yang seharusnya dihindari agar tidak membuat gigi kuning.
1. Alkohol
Minum terlalu banyak alkohol tidak hanya buruk bagi organ dan kesehatan Anda secara umum, tetapi juga buruk bagi kesehatan mulut Anda. Alkohol telah dikaitkan dengan berbagai masalah kesehatan mulut termasuk kanker mulut, kerusakan gigi, penyakit gusi dan erosi gigi.
Minum alkohol terlalu banyak juga meningkatkan risiko trauma yang tidak disengaja atau cedera, karena seseorang mungkin saja terjatuh. Dr Khaira, mengatakan minum alkohol meningkatkan risiko penyakit hati dan memberikan efek 'knock-on' untuk perawatan gigi.
2. Minuman berwarna gelap
Semua minuman berwarna gelap, baik yang beralkohol atau tidak itu sangat buruk untuk gigi. Dr Khaira, mengatakan minuman berwarna gelap dapat menyebabkan perubahan warna gigi yang tahan lama dan kusam secara keseluruhan. Adapun minuman berwarna gelap selain alkohol, termasuk teh dan kopi.
Baca Juga: Catat! 7 Makanan dan Minuman yang Bisa Membuat Warna Urine Berubah
Konsumsi minuman bersoda bisa membuat seseorang ketagihan dan banyak orang suka meminumnya setiap hari. Minuman berkalori dan manis ini tidak hanya buruk bagi kesehatan Anda secara umum, tetapi juga mimpi buruk bagi gigi Anda.
Dr Khaira mengatakan konsumsi minuman bersoda justru lebih berisiko Merusak email gigi, karena pH rendah yang akan menyebabkan efek erosi lebih besar.
Saat enamel Anda aus, lebih banyak dentin yang terbuka dan gigi akan terlihat kuning. Anda mungkin juga mengalami gigi retak atau bergerigi ketika enamel terkikis.
4. Minuman tinggi gula
Minuman tinggi gula, seperti jus buatan, squash dan smoothies juga menurunkan pH di mulut yang memulai proses kerusakan gigi. Dr Khaira mengatakan bakteri di mulut kita bisa hidup karena asupan gula.
Jadi, konsumsi minuman manis memberi bakteri di mulut Anda berkembang. Sam halnya dengan minuman bersoda, gigi akan menjadi tidak sehat ketika semakin banyak enamel yang terkikis.
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
AS dan Israel Bom Sekolah Khusus Putri di Iran, 36 Siswi Tewas
-
Pernyataan Resmi Kemlu RI soal Serangan AS-Israel ke Iran: Indonesia Siap Fasilitasi Dialog
-
Perang Meluas di Timur Tengah: Iran Hantam Arab Saudi, Bahrain, Qatar, Kuwait dan Uni Emirat Arab
-
Iran Bom Markas Besar Angkatan Laut AS! Lalu Tembakkan 75 Rudal ke Israel
-
Sabtu Pagi Teheran Dibom, Sabtu Sore Iran Langsung Kirim Rudal ke Israel
Terkini
-
Presisi dan Personalisasi: Arah Baru Perawatan Kanker di Asia Tenggara
-
Lonjakan Kasus Kanker Global, Pencegahan dengan Bahan Alami Kian Dilirik
-
Cara Memilih dan Memakaikan Popok Dewasa untuk Cegah Iritasi pada Lansia
-
5 Fakta Keracunan MBG Cimahi: Pengelola Minta Maaf, Menu Ini Diduga Jadi Penyebab
-
4 Penjelasan Sains Puasa Membantu Tubuh Lebih Sehat: Autofagi, Insulin dan Kecerdasan
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia