Suara.com - Beberapa waktu lalu, istri Alvin Faiz, Henny Rahman mengaku menjadi korban KDRT oleh mantan suaminya, Zikri Dauly melalui unggahan Instagram Story.
Dalam unggahannya, Zikri Daulay menuliskan tentang orang yang playing victim. Ia mengaku telah ditalak mantan suaminya ketika sedang hamil. Bahkan, ia juga mengaku menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).
"Orang-orang playing victim. Duh gemes pengen bilang ke orang kamu KDRT, mukulin dari aku lagi hamil, sampe tiba-tiba talak aku nggak jelas," tulis Henny Rahman dengan latar foto Zikri Daulay.
Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) tidak hanya berupa pelecehan fisik, seperti pemukulan. KDRT merupakan bentuk kekerasan beragam yang korbannya tidak hanya perempuan.
Ada beberapa jenis pelaku KDRT, seperti pelaku predator, pelaku yang motivasinya afektif secara kualitatif, pelaku yang menggunakan agresif untuk mencapai keinginannya.
Selain itu dilansir dari New York Behavioral Health, ada pula ciri-ciri korban KDRT yang perlu diperhatikan, supaya Anda lebih perhatian ketika ada orang korban KDRT yang membutuhkan pertolongan.
- Korban biasanya kehilangan kepercayaan diri dan harga diri karena direndahkan oleh pelaku.
- Korban hidup dalam ketakutan, khawatir dengan keselamatannya dan merasa berada dalam situasi berbahaya.
- Korban memiliki keinginan kabur dari rumah untuk melindungi dirinya sendiri dan orang yang dicintainya.
- Korban biasanya sulit lepas hubungan dengan pelaku KDRT karena berbagai alasan.
- Korban biasanya kesulitan lepas dari pelaku karena bergantung secara finansial, emosional atau larangan agama untuk berpisah.
- Korban biasanya membutuhkan percobaan berkali-kali untuk melarikan diri dari pelaku.
Dalam hal ini, korban KDRT sangat membutuhkan bantuan dari profesional kesehatan mental. Ahli biasanya akan membantu korban memutuskan untuk bertahan atau memutuskan hubungannya dengan pelaku, mencari perlindungan dan memberikan keterampilan untuk hidup mandiri.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
5 Fakta Mencekam Demo di Mapolda DIY: Gerbang Roboh hingga Ledakan Misterius
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
Terkini
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga
-
Susu Kambing Etawa Indonesia Tembus Pameran Internasional: Etawanesia Unjuk Gigi di Expo Taiwan
-
Penanganan Penyintas Kanker Lansia Kini Fokus pada Kualitas Hidup, Bukan Sekadar Usia Panjang
-
Ini Rahasia Tubuh Tetap Bugar dan Kuat Menjalani Ramadan Optimal Tanpa Keluhan Tulang dan Sendi
-
Anak Sekolah Jadi Kelompok Rentan, Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue Diperluas di Palembang
-
Cuma Pakai Dua Jari, Dokter Ungkap Cara Deteksi Sakit Jantung dari Raba Nadi