Suara.com - Saat berkegiatan di luar atau di dalam ruangan, kita mungkin pernah mengalami luka. baik luka ringan maupun yang membutuhkan perawatan lebih lanjut di rumah sakit. Berdasarkan proses dan masa penyembuhan, luka diklasifikasikan menjadi dua jenis, yakni luka akut dan luka kronis.
Dilansir dari laman WoundSource.com, luka akut adalah luka dengan masa penyembuhan normal dan sesuai prediksi selama paling lama empat minggu. Sedangkan luka kronis adalah luka yang mengalami kegagalan dalam penyembuhan, biasanya disebabkan faktor eksogen dan endogen, masa penyembuhannya lebih lama dari empat minggu.
Luka akut biasanya sering kita jumpai dalam kegiatan sehari-hari, misalnya terluka karena sayatan pisau di dapur atau luka bakar saat menggunakan pelurus rambut. Tak jarang orang menyebutnya sebagai luka rumah tangga.
Adapun beberapa contoh luka rumah tangga seperti luka tusuk, luka gores atau abrasi, luka sayat atau insisi serta luka robek atau laserasi. Walaupun disebutkan luka jenis ini dapat sembuh dengan masa penyembuhan normal, namun kita tetap harus melakukan pengobatan yang tepat agar luka sembuh dan tidak terinfeksi selama masa penyembuhannya.
Salah satu metode yang dinilai secara efektif dapat menyembuhkan luka akut seperti yang disebutkan di atas adalah dengan menggunakan moist wound healing. Metode ini merupakan bentuk perawatan luka modern yang bertujuan melembabkan luka, sehingga luka lebih cepat sembuh dan memperkecil resiko menjadi infeksi.
Dikutip dari kanal RSUP Dr Sardjito, Moist Wound Healing merupakan suatu metode yang mempertahankan lingkungan luka tetap terjaga kelembabannya untuk memfasilitasi penyembuhan luka. Kelembaban pada area luka dapat memicu pertumbuhan jaringan lebih cepat dan tingkat risiko terjadinya infeksi pun menjadi lebih rendah.
"Metode moist wound healing diperkenalkan sejak tahun 1962 oleh ahli luka George D. Winter, namun baru diterapkan di Indonesia pada tahun 2000an. Berdasarkan penelitian, menggunakan metode moist wound healing dapat mencapai penyembuhan luka lebih cepat dan lebih baik ketimbang metode konvensional," jelas dr. Maria Agustin, Medical Manager, Darya-Varia Laboratoria dalam siaran pers yang Suara.com terima belum lama ini.
Metode moist wound healing, kata dia juga juga dapat mengurangi resiko infeksi dan munculnya bekas luka, karena kelembapan area luka merangsang pertumbuhan jaringan secara alami.
Perawatan moist wound healing dapat dilakukan dengan mengaplikasikan krim luka yang mengandung Hyaluronic Acid serta Silver Sulfadiazine. Hyaluronic Acid membantu menciptakan suasana lembap pada area luka dan sekitarnya sehingga membantu proses penyembuhan serta mengurangi kemungkinan terjadinya infeksi.
Baca Juga: Klub Bosnia-Herzegovina FK Zeljeznicar Banja Luka Resmi Rekrut 2 Pemain Indonesia
Sedangkan Silver Sulfadiazine menghentikan pertumbuhan bakteri pada luka dan meminimalisir penyebaran bakteri di area luka. Kedua zat ini dapat ditemukan di Burnazin Plus, krim luka untuk lesi kulit yang beresiko tinggi terkena infeksi, untuk memberikan kondisi lembap, bebas mikroba dan mempercepat penyembuhan luka.
"Metode moist wound healing ini memang efektif dalam penyembuhan luka. Namun, kita tentunya harus waspada dan mengenal betul jenis luka yang kita alami. Jangan sembarangan untuk mengobati luka, jika luka yang alami mengalami infeksi lanjutan, segeralah untuk berkonsultasi ke dokter atau rumah sakit terdekat," tutup dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Studi Baru Temukan Mikroplastik di Udara Kota, Dua Pertiganya Berasal dari Sumber Tak Terduga
-
Ibu Hamil Rentan Cemas, Meditasi Disebut Bisa Bantu Jaga Kesehatan Mental
-
Apa Itu Patah Tulang Selangka? Cedera Ngeri Alex Marquez di MotoGP Catalunya 2026
-
Obat Diabetes dan Obesitas Bentuk Pil Makin Diminati, Pasien Dinilai Lebih Mau Berobat
-
Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus
-
Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar
-
Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?
-
Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan
-
Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis
-
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat