Suara.com - Infeksi influenza menjadi salah satu penyakit yang dikhawatirkan banyak orang yang tinggal di negara empat musim. Terutama saat musim dingin telah tiba. Maka dari itu, vaksin influenza biasanya menjadi program vaksinasi rutin tahunan menjelang musim dingin.
Tapi, bagaimana dengan daerah tropis seperti Indonesia yang hanya mengalami dua musim? Mungkinkah masih rentan terhadap infeksi influenza meski musim penghujan tidak sampai membuat suhu minus?
Dokter spesialis penyakit dalam dan konsultan alergi imunologi dr. Erwanto Winulyo, Sp.PD-K.AI., menjelaskan bahwa infeksi influenza lebih cepat menyebar saat cuaca dingin. Sehingga, influenza juga bisa terjadi saat telah masuk musim penghujan di negara tropis.
"Pernah dilakukan pengamatan oleh suatu badan penelitian internasional, mereka mendapatkan kalau infeksi virus influenza ada sepanjang waktu. Apalagi di kota Bogor hampir setiap hari hujan kemudian akan meningkat curah hujan pada waktu akhir tahun seperti sekarang. Tentu saja Ini juga akan meningkatkan risiko tertularnya infeksi virus influenza," jelas dokter Erwanto dalam siaran langsung Instagram Kementerian Kesehatan, Rabu (24/11/2021).
Di negara empat musim, infeksi influenza memang telah menjadi perhatian khusus. Sebab, kasusnya banyak ditemukan.
"Negara empat musim biasanya mereka mengalami suhu rendah sampai minus dibawah 0, itu yang akan menimbulkan risiko untuk terjadi infeksi virus influenza dan memudahkan untuk terjadinya penyebaran. Kalau sudah seperti itu mereka sangat takut, jadi segera mencari vaksin influenza," paparnya.
Berbeda dengan flu pilek biasa, influenza memiliki gejala yang lebih berat dan bisa terjadi perburukan dalam waktu singkat hingga berisiko mematikan. Saat musim dingin, kasus influenza biasanya lebih banyak terjadi.
"Biasanya gejala lebih berat, ada demam kemudian batuk-batuk. Hari kedua bisa menjadi sesak dan menyebabkan timbulnya kekambuhan dari penyakit kronik. Misalnya asma, PPOK (penyakit paru obstruktif kronis), dia jadi kambuh sesaknya," jelas dokter Erwanto.
Baca Juga: Berbeda dari yang Lainnya, Mengapa Vaksin Influenza Justru Punya Efektivitas Rendah?
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Mobil Nissan Bekas yang Jarang Rewel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Purbaya Temukan Uang Ribuan Triliun Milik Jokowi di China? Kemenkeu Ungkap Fakta Ini
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan, RAM 6 GB Performa Jempolan
- 5 Sepatu Skechers Paling Nyaman untuk Jalan Kaki, Cocok Dipakai Lansia
- 5 Sunscreen untuk Hilangkan Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
Pilihan
-
KLH Gugat 6 Perusahaan Rp 4,8 Trliun, Termasuk Tambang Emas Astra dan Toba Pulp Lestari?
-
Bursa Transfer Liga Inggris: Manchester United Bidik Murillo sebagai Pengganti Harry Maguire
-
John Herdman Termotivasi Memenangi Piala AFF 2026, Tapi...
-
Purbaya Sebut Bisnis Sektor Media Cerah: Saham DIGI, TMPO, dan VIVA Langsung Ceria
-
Dari 'Kargo Gelap' Garuda ke Nakhoda Humpuss: Kembalinya Ari Askhara di Imperium Tommy Soeharto
Terkini
-
Bosan Liburan Gitu-Gitu Aja? Yuk, Ajak Si Kecil Jadi Peracik Teh Cilik!
-
Menkes Tegaskan Kusta Bukan Kutukan: Sulit Menular, Bisa Sembuh, Fatalitas Hampir Nol
-
Kabar Gembira! Kusta Akan Diskrining Gratis Bareng Cek Kesehatan Nasional, Ini Rencananya
-
Era Baru Dunia Medis: Operasi Jarak Jauh Kini Bukan Lagi Sekadar Imajinasi
-
Angka Kematian Bayi Masih Tinggi, Menkes Dorong Program MMS bagi Ibu Hamil
-
Gaya Hidup Sedentari Tingkatkan Risiko Gangguan Muskuloskeletal, Fisioterapi Jadi Kunci Pencegahan
-
Hati-hati saat Banjir! Jangan Biarkan 6 Penyakit Ini Menyerang Keluarga Anda
-
Pankreas, Organ yang Jarang Disapa Tapi Selalu Bekerja Diam-Diam
-
Perawatan Kulit Personal Berbasis Medis, Solusi Praktis di Tengah Rutinitas
-
Implan Gigi Jadi Solusi Modern Atasi Masalah Gigi Hilang, Ini Penjelasan Ahli