Health / Konsultasi
Sabtu, 29 November 2025 | 11:00 WIB
Kemenkes umumkan daftar kota paling bersih dan sehat 2025. (Dok. Kemenkes)
Baca 10 detik
  • Kementerian Kesehatan memberikan STBM Award dan apresiasi Kabupaten/Kota Sehat pada HKN ke-61 tahun 2025.
  • Penghargaan tersebut diberikan atas keberhasilan daerah menerapkan perilaku higienis dan komitmen pembangunan lingkungan berkelanjutan.
  • Penilaian ke depan akan mempertimbangkan indikator pengendalian tuberkulosis sejalan target penemuan kasus 2025.

Suara.com - Kementerian Kesehatan terus mendorong peningkatan higiene dan sanitasi lingkungan untuk menciptakan kota paling bersih dan sehat yang nyaman, aman, dan layak huni bagi masyarakat.

Upaya ini diwujudkan melalui berbagai program terintegrasi yang dijalankan bersama pemerintah daerah dan masyarakat sebagai bagian dari komitmen membangun lingkungan yang sehat dan berkelanjutan.

Pada 2025, Direktorat Jenderal Penanggulangan Penyakit melalui Direktorat Kesehatan Lingkungan kembali memberikan STBM Award kepada daerah yang berhasil menerapkan perilaku hidup higienis berdasarkan capaian lima pilar Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM).

Tak hanya itu, kabupaten/kota yang mampu mempertahankan prestasi sebagai Kabupaten/Kota Sehat (Swasti Saba) juga menerima penghargaan. Seluruh apresiasi ini menjadi rangkaian Hari Kesehatan Nasional ke-61, sebagai dorongan untuk memperkuat komitmen daerah dalam pembangunan kesehatan lingkungan.

Menteri Kesehatan menegaskan bahwa Kabupaten/Kota Sehat (KKS) dan STBM adalah wujud nyata kolaborasi berbagai pihak dalam mewujudkan masyarakat Indonesia yang sehat, mandiri, dan berkeadilan. Kedua program ini sejalan dengan tujuan SDG 3 mengenai kesehatan dan sanitasi serta SDG 11 tentang kota dan permukiman berkelanjutan.

Penerima Penghargaan KKS 2025:

  • 1 kabupaten/kota kategori Wistara Paripurna
  • 3 kabupaten/kota kategori Wistara
  • 41 kabupaten/kota kategori Wiwerda
  • 101 kabupaten/kota kategori Padapa
  • 7 provinsi sebagai Tim Pembina Provinsi Terbaik

Penerima STBM Award 2025:

  • 2 provinsi kategori Stop Buang Air Besar Sembarangan (BABS)
  • 5 kabupaten/kota kategori STBM Paripurna
  • 14 kabupaten/kota kategori STBM Madya
  • 37 kabupaten/kota kategori STBM Pratama

Direktur Kesehatan Lingkungan, Then Suyanti, menyampaikan bahwa penghargaan ini menjadi bentuk dukungan Kemenkes terhadap pembangunan kesehatan lingkungan yang selaras dengan RPJMN dan SDGs 2030.

Ia menegaskan bahwa peningkatan derajat kesehatan harus dilakukan secara menyeluruh—dari tingkat nasional hingga daerah, termasuk desa dan kelurahan.

Baca Juga: Lompatan Baru Wisata Jakarta: Destinasi Terintegrasi dari Pantai, Mangrove, hingga Outbound

Proses seleksi STBM dilakukan secara ketat melalui verifikasi dokumen, peninjauan lapangan, hingga pleno penetapan yang melibatkan berbagai kementerian, lembaga, dan mitra pembangunan.

Tahun ini, 166 kabupaten mengikuti proses penilaian, mencakup pemeriksaan di tingkat produksi, perusahaan, hingga pemerintah daerah. Program ini telah berjalan sekitar satu dekade dengan penilaian rutin setiap dua tahun.

Terkait isu tuberkulosis (TBC), Then Suyanti menambahkan bahwa indikator pengendalian TBC akan mulai dipertimbangkan dalam sistem penilaian ke depan.

Indonesia menargetkan penemuan 90% kasus dari estimasi 1,8 juta penderita TBC pada 2025.

Saat ini capaian penemuan berada pada level 69–70%, sehingga percepatan masih diperlukan. Temuan kasus baru tercatat di seluruh provinsi, dengan jumlah tertinggi di Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, serta peningkatan signifikan di NTT berdasarkan pemodelan.

(Clarencia Gita Jelita Nazara)

Load More