- Kementerian Kesehatan memberikan STBM Award dan apresiasi Kabupaten/Kota Sehat pada HKN ke-61 tahun 2025.
- Penghargaan tersebut diberikan atas keberhasilan daerah menerapkan perilaku higienis dan komitmen pembangunan lingkungan berkelanjutan.
- Penilaian ke depan akan mempertimbangkan indikator pengendalian tuberkulosis sejalan target penemuan kasus 2025.
Suara.com - Kementerian Kesehatan terus mendorong peningkatan higiene dan sanitasi lingkungan untuk menciptakan kota paling bersih dan sehat yang nyaman, aman, dan layak huni bagi masyarakat.
Upaya ini diwujudkan melalui berbagai program terintegrasi yang dijalankan bersama pemerintah daerah dan masyarakat sebagai bagian dari komitmen membangun lingkungan yang sehat dan berkelanjutan.
Pada 2025, Direktorat Jenderal Penanggulangan Penyakit melalui Direktorat Kesehatan Lingkungan kembali memberikan STBM Award kepada daerah yang berhasil menerapkan perilaku hidup higienis berdasarkan capaian lima pilar Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM).
Tak hanya itu, kabupaten/kota yang mampu mempertahankan prestasi sebagai Kabupaten/Kota Sehat (Swasti Saba) juga menerima penghargaan. Seluruh apresiasi ini menjadi rangkaian Hari Kesehatan Nasional ke-61, sebagai dorongan untuk memperkuat komitmen daerah dalam pembangunan kesehatan lingkungan.
Menteri Kesehatan menegaskan bahwa Kabupaten/Kota Sehat (KKS) dan STBM adalah wujud nyata kolaborasi berbagai pihak dalam mewujudkan masyarakat Indonesia yang sehat, mandiri, dan berkeadilan. Kedua program ini sejalan dengan tujuan SDG 3 mengenai kesehatan dan sanitasi serta SDG 11 tentang kota dan permukiman berkelanjutan.
Penerima Penghargaan KKS 2025:
- 1 kabupaten/kota kategori Wistara Paripurna
- 3 kabupaten/kota kategori Wistara
- 41 kabupaten/kota kategori Wiwerda
- 101 kabupaten/kota kategori Padapa
- 7 provinsi sebagai Tim Pembina Provinsi Terbaik
Penerima STBM Award 2025:
- 2 provinsi kategori Stop Buang Air Besar Sembarangan (BABS)
- 5 kabupaten/kota kategori STBM Paripurna
- 14 kabupaten/kota kategori STBM Madya
- 37 kabupaten/kota kategori STBM Pratama
Direktur Kesehatan Lingkungan, Then Suyanti, menyampaikan bahwa penghargaan ini menjadi bentuk dukungan Kemenkes terhadap pembangunan kesehatan lingkungan yang selaras dengan RPJMN dan SDGs 2030.
Ia menegaskan bahwa peningkatan derajat kesehatan harus dilakukan secara menyeluruh—dari tingkat nasional hingga daerah, termasuk desa dan kelurahan.
Baca Juga: Lompatan Baru Wisata Jakarta: Destinasi Terintegrasi dari Pantai, Mangrove, hingga Outbound
Proses seleksi STBM dilakukan secara ketat melalui verifikasi dokumen, peninjauan lapangan, hingga pleno penetapan yang melibatkan berbagai kementerian, lembaga, dan mitra pembangunan.
Tahun ini, 166 kabupaten mengikuti proses penilaian, mencakup pemeriksaan di tingkat produksi, perusahaan, hingga pemerintah daerah. Program ini telah berjalan sekitar satu dekade dengan penilaian rutin setiap dua tahun.
Terkait isu tuberkulosis (TBC), Then Suyanti menambahkan bahwa indikator pengendalian TBC akan mulai dipertimbangkan dalam sistem penilaian ke depan.
Indonesia menargetkan penemuan 90% kasus dari estimasi 1,8 juta penderita TBC pada 2025.
Saat ini capaian penemuan berada pada level 69–70%, sehingga percepatan masih diperlukan. Temuan kasus baru tercatat di seluruh provinsi, dengan jumlah tertinggi di Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, serta peningkatan signifikan di NTT berdasarkan pemodelan.
(Clarencia Gita Jelita Nazara)
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
-
Jenderal Iran: Trump Harus Tahu, Hari Ini Kami Baru Tembakkan Rudal Stok Lama
-
Israel Klaim Menhan Iran dan Komandan Garda Revolusi Tewas, Nasib Khamenei Masih Misterius
-
Menlu Iran: Demi Allah! Kami Akan Balas Kematian 51 Siswi SD yang Dibantai Israel - AS
-
DPR RI Ragukan Misi Damai Board of Peace, Desak Pemerintah Tegas soal Serangan AS-Israel ke Iran
Terkini
-
Presisi dan Personalisasi: Arah Baru Perawatan Kanker di Asia Tenggara
-
Lonjakan Kasus Kanker Global, Pencegahan dengan Bahan Alami Kian Dilirik
-
Cara Memilih dan Memakaikan Popok Dewasa untuk Cegah Iritasi pada Lansia
-
5 Fakta Keracunan MBG Cimahi: Pengelola Minta Maaf, Menu Ini Diduga Jadi Penyebab
-
4 Penjelasan Sains Puasa Membantu Tubuh Lebih Sehat: Autofagi, Insulin dan Kecerdasan
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia