Suara.com - Kurang gizi jadi salah satu penyebab anak alami stunting atau tubuh pendek tidak sesuai usia dan berat badan. Tetapi, Kementerian Kesehatan atau Kemenkes melihat masalah stunting bukan hanya karena anak kekurangan gizi.
Plt. Dirjen Kesehatan Masyarakat Kemenkes drg. Kartini Rustandi, M.Kes., mengatakan bahwa juga ada faktor lingkungan dan budaya yang bisa menyebabkan anak menjadi stunting.
"Seringkali orang berpikir kurang asupan makan, tapi juga sebetulnya dipengaruhi pola asuh, pola makan, juga budaya setempat, ini sangat erat hubungannya," kata Kartini dalam webinar Forum Merdeka Barat, Selasa (30/11/2021).
Oleh sebab itu, program pemberantasan stunting juga bukan hanya dari sisi kesehatan. Kartini menjelaskan, ada kegiatan yang spesifik yaitu berkaitan dengan cara mengatasi stunting dari segi kesehatan.
Tapi, selain itu juga ada masalah sensitif yang berkaitan dengan pola hidup, angka kemiskinan, juga sarana prasarana pendukung bagi kehidupan keluarga miskin.
Tugas Kemenkes memang hanya fokus pada masalah spesifik dengan mencari cara agar stunting bisa dicegah. Kartini mengatakan, pencegahan tentang stunting bukan hanya dilakukan terhadap ibu hamil atau para otangtua, tapi justru harus sejak masa remaja.
"Bagaimana membuat remaja itu sehat, kemudian ibu-ibu yang siap hamil dan selama kehamilan hingga bayi itu lahir dalam keadaan sehat. Kemudian setelah bayi itu lahir, dia mendapat ASI juga dapat pola makanan sehat atau seimbang. Kemudian apabila ia mengalami kekurangan gizi, maka kita bisa memberikan makanan tambahan," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 SD Swasta Terbaik di Palembang dan Estimasi Biayanya, Panduan Lengkap Orang Tua 2026
- Begini Respons Kopassus Usai Beredar Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus
- Sepeda Dewasa Merek Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Harian
- 7 Pilihan Lipstik yang Awet 12 Jam, Anti Pudar Terkena Air dan Minyak
- Aksi Kritik Gubernur Rudy Mas'ud 21 April, Massa Diminta Tak Tutup Jalan Umum
Pilihan
-
Purbaya Copot Febrio dan Luky dari Dirjen Kemenkeu
-
Heboh! Gara-gara Putar Balik, Sopir Truk Ini Kena Tilang Polisi Rp 22 Juta
-
Bukan Hoaks! 9 Warga Papua Termasuk Balita Tewas Ditembak saat Operasi Militer TNI
-
Harga Pangan Hari Ini Naik, Cabai dan Minyak Goreng Meroket
-
Perang AS vs Iran: Trump Perpanjang Gencatan Senjata Tanpa Batas Waktu
Terkini
-
Terbukti Bukan Asal Tren: Susu Flyon Direview dan Direkomendasikan Puluhan Dokter
-
Bukan Sekadar Main Kartu, Domino Kini Diakui sebagai Olahraga Pikiran
-
DBD Menular atau Tidak Lewat Sentuhan? Simak Fakta-faktanya
-
AI Masuk Dunia Wellness: Kursi Pijat Canggih Ini Bisa Baca Stres dan Sesuaikan Relaksasi
-
Penelitian Baru: Salinitas Air Minum Berkontribusi pada Risiko Hipertensi
-
Lawan PTM dari Rumah: Mengapa Kampanye Generasi Bersih Sehat Vital Bagi Masa Depan Kita?
-
Mengakhiri Ketergantungan Rujukan, Standar Lab Internasional Kini Tersedia Langsung di Makassar
-
Neuropati Perifer pada Diabetes Banyak Tak Terdeteksi, Pedoman Baru Dorong Peran Aktif Apoteker
-
Transformasi Operasi Lutut: Teknologi Robotik hingga Protokol ERAS Dorong Pemulihan Lebih Cepat
-
Konflik Global Memanas, Menkes Dorong Ketahanan Farmasi Nasional dan Stabilitas Harga Obat