Suara.com - Sudah banyak penelitian membuktikan bahwa pola tidur yang baik juga berkaitan dengan kesehatan jantung yang bagus juga. Namun, peneliti masih mencari tahu detailnya. Kira-kira, kapan waktu tidur terbaik agar jantung tetap sehat?
Terkait hal itu, sebuah studi baru menunjukkan tidur antara jam 10 hingga 11 malam merupakan waktu yang bagus untuk menjaga kesehatan kardiovaskular.
"Meskipun kami tidak dapat menyimpulkan penyebabnya, hasilnya menunjukkan bahwa tidur lebih awal atau lebih larut memiliki potensi menganggu jam tubuh (ritme sirkadian), dengan konsekuensi buruk bagi kesehatan jantung," ujar psikolog University of Exeter, David Plans.
Para peneliti menganalisis data akselerometer yang dikenakan di pergelangan tangan 88.026 peserta. Data ini termasuk 3.172 kasus penyakit kardiovaskular, selama hampir enam tahun melacak peserta.
Tim peneliti menemukan bahwa tertidur setelah tengah malam atau sebelum jam 10 malam dikaitkan dengan sekitar 25% peningkatan risiko penyakit kardiovaskular, dibandingkan dengan tertidur antara jam 10 hingga 11 malam. Peningkatan risiko tersebut turun menjadi 12% bagi mereka yang tertidur antara jam 11 hingga 12 malam.
"Waktu paling berisiko adalah setelah tengah malam, potensinya meningkat karena dapat mengurangi kemungkinan orang tersebut melihat cahaya pagi untuk mengatur ulang jam tubuh," imbuhnya, dilansir Science Alert.
Hasil ini tetap sama ketika memperhitungkan usia, jenis kelamin, durasi tidur, status merokok, berat badan, diabetes, tekanan darah, tingkat kolesterol, dan status sosial ekonomi. Efek juga lebih terasa untuk wanita. Namun para peneliti belum yakin apa alasannya.
"Mungkin ada perbedaan dalam bagaimana sistem endokrin merespons gangguan pada ritme sirkadian, atau usia peserta penelitian yang lebih tua bisa menjadi faktor pembaur karena risiko kardiovaskular wanita meningkat pasca-menopause," tambahnya.
Namun, studi ini tidak dapat menentukan apakah waktu tidur itu sendiri yang berkontribusi terhadap penyakit jantung. Kemungkinan perilaku lain seperti begadang yang menyebabkan masalah.
Baca Juga: 7 Manfaat Kunyit Putih, Redakan Asam Lambung hingga Meningkatkan Kesehatan Jantung
"Jika temuan kami dikonfirmasi dalam penelitian lain, waktu tidur dan kejelasan tidur dasar bisa menjadi target kesehatan masyarakat yang murah untuk menurunkan risiko penyakit jantung," tandas Plans.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- 6 Rekomendasi Sepeda 1 Jutaan Terbaru yang Cocok untuk Bapak-Bapak
- 5 Bedak Tabur Translucent Lokal yang Bikin Makeup Tampak Halus dan Tahan Lama
Pilihan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
Terkini
-
Waspada! 7 Jenis Tikus di Sekitar Rumah Ini Bisa Jadi Penyebab Hantavirus di Indonesia
-
4 Penyebab Hantavirus dan Gejala Awalnya, Ramai Dibahas usai Kasus MV Hondius
-
Hantavirus Apakah Sudah Ada di Indonesia? Ini Fakta dan Risiko Penularannya
-
Hantavirus Mirip Flu? Ketahui Gejala, Penularan, dan Cara Mencegahnya
-
BPOM Catat 10 Kematian Akibat Campak, Akses Vaksin Inovatif Dikebut
-
15 Tanaman Penghambat Sel Kanker Menurut Penelitian, dari Kunyit hingga Daun Sirsak
-
Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!
-
Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?