Suara.com - Bayi yang baru mandi biasanya dioleskan minyak juga bedak di tubuhnya. Kebiasaan itu ternyata memunculkan berbagai pro kontra.
Beberapa anggapan disebutkan kalau bedak bayi tidak terlalu diperlukan, bahkan bisa berbahaya, karena dapat menyebabkan masalah pada sistem pernapasan.
The American Academy of Pediatrics juga menyatakan bahwa bedak bayi bisa menyebabkan gangguan serius pada paru bila bayi menghirup serbuk bedak secara tak sengaja.
Tetapi bukan berarti bedak bayi tidak ada manfaatnya bagi kulit anak. Menurut Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin (Perdoski) Indonesia, pada dasarnya bedak dapat melindungi kulit bayi yang masih sensitif. Berguna pula bila ada gesekan pada kulit bayi dan menjaganya agar tak mudah lecet.
Beberapa kandungan bedak pun teruji dapat memberikan efek sejuk dan menyerap keringat berlebih pada bayi. Sehingga sebenarnya penggunaan bedak bayi tidak dapat dikatakan terlarang sepenuhnya, kata Perdoski.
Akan tetapi, terpenting saat memakaikan bedak, kulit bayi tidak iritasi dan tidak mengalami reaksi alergi, serta dioleskan di area yang tepat.
Dikutip dari situs resmi Perdoski, serbuk bedak memang dapat meningkatkan risiko gangguan sistem pernapasan pada bayi, terutama yang lahir prematur atau anak dengan riwayat penyakit jantung bawaan. Karena serbuk bedak bisa saja terhirup oleh bayi melalui hidungnya.
Perdoski membagikan tips pemakaian bedak pada bayi, sebagai berikut:
1. Teliti dahulu kandungan yang terdapat di dalam produk bedak. Pastikan bayi tidak alergi terhadap kandungan-kandungan tersebut.
Baca Juga: Meski Lahir Sehat, Bayi Masih Berpotensi Idap Penyakit Jantung Bawaan
2. Hindari penggunaan di daerah wajah agar tidak mudah terhirup. Hindari pula area kelamin, lipatan kulit (ketiak, lipat paha) yang cenderung membuat bedak mengumpul ketika lembap dan menyebabkan iritasi, infeksi, maupun masalah kulit lainnya.
3. Saat akan memakaikan bedak, tuang dulu ke tangan Anda, baru usapkan merata di area kulit yang dibutuhkan. Pastikan sebelum menggunakan bedak, kulit bayi bersih dan kering. Jika memungkinkan, hindari produk yang memiliki aroma berlebihan.
4. Segera hentikan pemakaian bedak bila kulit bayi iritasi. Seperti, jadi kemerahan, terdapat bengkak atau bruntusan di area yang dipakaikan bedak, kulit bayi terasa panas, juga bayi menangis dan rewel terutama saat dipakaikan bedak.
Berita Terkait
-
5 Bedak Tabur Translucent Lokal yang Bikin Makeup Tampak Halus dan Tahan Lama
-
Apakah Ada Bedak SPF yang Murah? Ini 5 Pilihan Terjangkau Mulai Rp20 Ribuan
-
7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
-
Skenario Jahat Zionis Israel Terkuak! Ciptakan Krisis Malnutrisi di Gaza
-
4 Rekomendasi Bedak Red-A Murah untuk Makeup Harian, Mulai Rp14 Ribuan
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia