Suara.com - Kolesterol jadi isu penting seiring meningkatnya kesadaran masyarakat mengenai perlunya menjaga kesehatan. Sudah jadi rahasia umum jika kadar kolesterol normal terlewati, maka risiko penyakit berbahaya senantiasa siap untuk menyerang orang tersebut.
Tapi pertanyaannya, sebenarnya berapa kadar kolesterol normal tersebut? Adakah ukuran ideal yang bisa dijadikan acuan? Atau justru sifatnya sangat subjektif tergantung dengan kondisi tubuh seseorang?
Berapa Kadar Kolesterol Normal
Kolesterol sendiri sebenarnya adalah lemak yang berguna untuk tubuh, selama kadarnya dalam batas ideal. Kolesterol diperlukan untuk membentuk sel sehat, menghasilkan Vitamin D, dan memproduksi hormon penting.
Nah, untuk kadar kolesterol normal sendiri, mengacu pada apa yang disampaikan di salah satu tulisan Medical News Today, berikut angkanya. Untuk orang dewasa, kadar kolesterol dikatakan ideal jika angkanya kurang dari 200 miligram per desiliter (ml/dl).
Pada angka 200 mg/dl sampai 239 mg/dl maka sudah dapat dikatakan batas tinggi. Dan jika angkanya menyentuh 240 mg/dl maka sudah harus diwaspadai karena cukup berbahaya.
Sementara itu dari total kadar kolesterol normal yang disarankan ini, juga harus diperhatikan pembagian antara kolesterol jahat dan kolesterol baik. Meski sebutannya demikian, keduanya sama-sama dibutuhkan dalam metabolisme tubuh.
Pada tingkat ideal, angka untuk kolesterol jahat harus kurang dari 100 mg/dl. Jika berada di angka 100 mg/dl hingga 129 mg/dl, maka masih bisa dianggap normal untuk seorang yang sehat. Untuk orang yang memiliki masalah jantung, angka ini sudah harus diwaspadai.
Untuk angka waspada sendiri berada di titik 130 mg/dl sampai 159 mg/dl. Di atas angka ini, sebaiknya Anda memeriksakan diri ke dokter untuk mencari tahu penyebab dan cara menurunkannya.
Baca Juga: 10 Makanan Penurun Kolesterol, Ada Oatmeal hingga Ikan Berlemak
Cek Kolesterol dan Menjaganya agar Tetap Normal
Untuk melakukan pengecekan kolesterol sendiri biasanya bisa dilaksanakan di rumah sakit atau klinik. Akan lebih baik jika sebelum pengecekan Anda melakukan puasa antara 9 sampai 12 jam.
Lalu bagaimana cara menjaga kadar kolesterol normal tetap demikian? Tentu saja dengan menerapkan pola hidup sehat. Makan makanan bernutrisi cukup, serta melakukan olahraga rutin. Untuk menu makanan sendiri Anda bisa dengan mudah meminta rekomendasi dari dokter atau ahli nutrisi yang memahami kondisi tubuh Anda.
Menjaga kadar kolesterol normal tetap pada titik aman adalah hal paling dasar yang bisa dilakukan untuk meminimalisir risiko penyakit kronis. Semoga artikel ini berguna, dan selamat menjalankan aktivitas Anda selanjutnya!
Kontributor: I Made Rendika Ardian
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Hakim PN Depok Tertangkap Tangan Terima Ratusan Juta dari Swasta, KPK Lakukan OTT!
-
Hakim di PN Depok Tertangkap Tangan KPK, Diduga Terlibat Suap Ratusan Juta!
-
Eks Asisten Pelatih Timnas Indonesia Alex Pastoor Tersandung Skandal di Belanda
-
KPK Amankan Uang Ratusan Juta Rupiah Saat OTT di Depok
-
KPK Gelar OTT Mendadak di Depok, Siapa yang Terjaring Kali Ini?
Terkini
-
Bayi Sering Gumoh? Umumnya Normal, Tapi Wajib Kenali Tanda Bahaya GERD
-
Melawan Angka Kematian Kanker yang Tinggi: Solusi Lokal untuk Akses Terapi yang Merata
-
Atasi Batuk Ringan hingga Napas Tidak Nyaman, Pendekatan Nutrisi Alami Kian Dipilih
-
Jangan Abaikan Kelainan Refraksi, Deteksi Dini Menentukan Masa Depan Generasi
-
Toko Sociolla Pertama di Sorong, Lengkapi Kebutuhan Kecantikan di Indonesia Timur
-
Awali 2026, Lilla Perkuat Peran sebagai Trusted Mom's Companion
-
Era Baru Kesehatan Mata: Solusi Tepat Mulai dari Ruang Dokter Hingga Mendapatkan Kacamata Baru
-
Dokter Ungkap: Kreativitas MPASI Ternyata Kunci Atasi GTM, Perkenalkan Rasa Indonesia Sejak Dini
-
Solusi Bijak Agar Ibu Bekerja Bisa Tenang, Tanpa Harus Mengorbankan Kualitas Pengasuhan Anak
-
Dokter Saraf Ungkap Bahaya Penyalahgunaan Gas Tawa N2O pada Whip Pink: Ganggu Fungsi Otak!