Suara.com - Melatih agar anak disiplin telah menjadi tantangan tersendiri bagi orangtua. Tak jarang pula orangtua merasa jengkel hingga membuat mereka bertindak memarahi, membentak, bahkan memukul anak.
Namun jika hal ini dibiarkan, apakah solusi ini dapat membuat anak menjadi lebih disiplin? Atau justru sebaliknya?
Dijelaskan dr. Putu Ayuwidia Ekaputri, mendisiplinkan anak dapat dilakukan sejak mereka lahir. Anak sudah memiliki otak yang mampu bekerja, walaupun fungsi dan kerjanya belum begitu kompleks serta optimal.
Dokter yang mendalami ilmu cognitive neuroscience itu juga mengatakan bahwa orangtua bisa mendisplinkan anak sesuaikan dengan tahapan usia.
Tak hanya itu, ekspektasi orangtua terhadap anak juga perlu dikontrol dengan baik ketika ingin mengajarkan soal kedisiplinan.
Dijelaskan dr. Widia, ketika anak baru lahir, bagian otak yang berfungsi secara dominan adalah bagian lower brain atau primitive brain. Bagian otak ini memiliki tugas dalam pengaturan emosi anak dan berkembang sangat pesat sebelum anak menginjak usia 3 tahun.
Setelah usianya mencapai 3 tahun, perlahan otak bagian logika akan mulai terbentuk dan bekerja, sehingga mencapai tingkat kematangan di usia 25-30 tahun.
Dengan memahami perkembangan otak anak ini, diharapkan orangtua akan lebih mudah mencari metode paling efektif saat mengajarkan disiplin pada anak, sejak awal kehidupannya.
Trik Mendisiplinkan Balita
Berbicara dalam acara "Mendisiplinkan Anak Ada Triknya!" bersama Teman Parenting, dr. Widia mengatakan kekerasan bukanlah cara yang tepat dalam mengajarkan kedisiplinan pada anak.
Baca Juga: Kadinkes DKI: Anak 6-11 Tahun Tak Miliki KIA Tetap Bisa Divaksin
Sebaliknya, agar anak memahami ketika diajarkan untuk disiplin, orangtua perlu melakukan pendekatan emosional.
Di usia balita dan anak-anak, otak emosional masih dominan, maka cara terbaik untuk orangtua adalah mengambil kesempatan tersebut untuk menarik hatinya. Di usia bawah 3 tahun, berikan anak perhatian yang penuh cinta.
Misalnya, ketika anak menangis, gendong dan tenangkan. Ketika anak emosional dan mengamuk, tenangkan dan beri pelukan.
"Cobalah pererat bonding dengan anak, buat anak merasa cinta mati dengan orangtuanya. Ketika anak merasa dicintai, mereka akan menyadari dan percaya bahwa setiap aturan serta omongan yang terucap dari orangtuanya, merupakan yang terbaik untuknya. Jika anak sudah merasa nyaman dengan aturan yang diterapkan, lakukan secara konsisten,” ungkapnya beberapa waktu lalu.
Lebih lanjut, dr. Widia juga mengatakan bahwa ketika mengajarkan anak untuk disiplin, orangtua sebaiknya jangan terlalu keras.
Seringkali orangtua dianggap terlalu keras ketika mengajarkan anak, namun anak sebenarnya belum memahami tujuan dari orangtua. Hal ini akhirnya hanya akan menimbulkan perasaan takut dan trauma pada diri anak.
Berita Terkait
Terpopuler
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- 6 Rekomendasi Sepeda 1 Jutaan Terbaru yang Cocok untuk Bapak-Bapak
- 5 Bedak Tabur Translucent Lokal yang Bikin Makeup Tampak Halus dan Tahan Lama
Pilihan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
Terkini
-
BPOM Catat 10 Kematian Akibat Campak, Akses Vaksin Inovatif Dikebut
-
15 Tanaman Penghambat Sel Kanker Menurut Penelitian, dari Kunyit hingga Daun Sirsak
-
Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!
-
Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa