Suara.com - Benjolan baru tanpa rasa sakit, pembengkakan, dan perubahan kulit pada payudara mungkin merupakan peringatan kanker payudara. Untuk lebih jelasnya, berikut ini tanda-tanda kanker payudara yang perlu diwaspadai.
Kanker payudara adalah jenis kanker yang paling umum di kalangan wanita, jadi mengetahui tanda-tanda kanker payudara itu penting. Biasanya, kanker payudara tidak memiliki gejala, terutama pada tahap awal ketika tumornya kecil.
Pada tahap awal, kanker payudara paling mudah diobati. Oleh karena itu, pentingnya melalukan tes tahunan dengan mammogram untuk deteksi dini. Untuk lebih jelasnya, simak berikut ini tanda-tanda kanker payudara melansir dari berbagai sumber.
Tanda-Tanda Kanker Payudara
Tanda fisik yang paling umum dari kanker payudara pada wanita adalah benjolan yang tidak nyeri. Sebagian besar benjolan jinak dan beberapa wanita bahkan mungkin terbiasa merasakan benjolan baru muncul dari waktu ke waktu.
Umumnya, setiap benjolan ada yang terasa lebih keras atau berbeda dari bagian payudara lainnya, sehingha harus perlu diperiksa oleh penyedia layanan kesehatan. Adapun tanda-tanda yang kanker payudara yang perlu diwaspadai yaitu seperti di bawah ini.
- Benjolan baru pada payudara atau ketiak
- Pembengkakan di bagian payudara
- Iritasi pada kulit payudara
- Kemerahan atau kulit mengelupas di area payudara atau puting
- Nyeri pada area puting atau payudara
- Cairan keluar dari puting yang bukan ASI
- Perubahan ukuran payudara
Menemukan benjolan baru di payudara bisa jadi menakutkan, terutama jika kanker payudara turun-temurun di keluarga Anda, tetapi tidak semua benjolan berubah menjadi kanker payudara. Kondisi payudara fibrokistik dan kista adalah penyebab umum benjolan.
Selain tanda-tanda yang sudah disebutkan di atas, ada gejala tambahan lainnya seperti demam, keluarnya cairan dari puting berdarah, penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan, serta kemerahan dan rasa sakit yang terlokalisir dapat menjelaskan lebih banyak tentang kondisi Anda.
Segera temui penyedia layanan kesehatan atau dokter spesialis jika Anda mengalami perubahan baru maupun tanda-tanda kanker payudara seperti yang sudah disebutkan. Jangan tunggu hingga kondisi kanker memburuk dan menggerogoti tubuh Anda. Yuk jaga kesahatan payudara sedari dini.
Baca Juga: Sampaikan Kondisi Terkini SBY, Dipo Alam: Sudah Pulih, Siap Beraktivitas Kembali
Kontributor: Ulil Azmi
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Bagaimana Cara Menonton Film Pesta Babi? Ini Syarat dan Prosedurnya
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Tak Cuma Gizi, Anak Juga Butuh Stimulasi Belajar agar Tumbuh Cerdas dan Tangguh
-
Viral Obat Keras Dijual Bebas di Minimarket Tanpa Konsultasi Apoteker Layaknya Apotek
-
Anak Sering Main Gadget? Periksa Mata Rutin Jadi Kunci Cegah Gangguan Penglihatan sejak Dini
-
Tuba Falopi Istri Diangkat, Program IVF Wujudkan Mimpi Aktor Rifky Alhabsyi Punya Anak
-
Waspada Penyakit Virus Ebola: Kenali Gejala Awal dan Langkah Pencegahannya
-
Studi Baru Temukan Mikroplastik di Udara Kota, Dua Pertiganya Berasal dari Sumber Tak Terduga
-
Ibu Hamil Rentan Cemas, Meditasi Disebut Bisa Bantu Jaga Kesehatan Mental
-
Apa Itu Patah Tulang Selangka? Cedera Ngeri Alex Marquez di MotoGP Catalunya 2026
-
Obat Diabetes dan Obesitas Bentuk Pil Makin Diminati, Pasien Dinilai Lebih Mau Berobat
-
Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus