Suara.com - Varian Omicron sudah menyebar cukup luas di sejumlah negara. Hal ini pun menimbulkan kekhawatiran, sehingga para ahli menyarankan semua orang memperketat protokol kesehatan.
Seperti yang kita tahu sebelumnya, gejala umum virus corona Covid-19 termasuk demam, kelelahan, batuk terus-menerus, kehilangan indra penciuman dan perasa. Tapi, para ahli mengatakan varian Omicron menimbulkan gejala yang berbeda.
Dr Angelique Coetzee, Ketua Asosiasi Medis Afrika Selatan sekaligus orang pertama yang menemukan varian Omicron mengatakan bahwa varian virus corona ini hanya menyebabkan infeksi ringan.
Mereka yang terinfeksi varian Omicron hanya mengeluhkan demam yang sembuh sendiri, tenggorokan gatal dan badan pegal-pegal.
Dalam pembaruan lain oleh Departemen Kesehatan Afrika Selatan, dokter umum Unben Pillay mengatakan bahwa keringat malam bisa menjadi gejala varian Omicron yang muncul di malam hari. Gejala ini bisa disertai dengan tanda-tanda lainnya, seperti nyeri di sejumlah bagian tubuh.
Namun, banyak orang mungkin bertanya-tanya berapa lama gejala varian Omicron ini muncul dan perbedaannya dengan varian virus corona lainnya.
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dilansir dari Times of India, rata-rata dibutuhkan 5 hingga 6 hari sejak seseorang terinfeksi virus corona Covid-19 untuk menunjukkan gejala. Tapi, ada kemungkinan gejala muncul hingga 14 hari.
Pada kasus varian Omicron yang terdeteksi di banyak negara dalam waktu singkat ini, gejalanya dianggap sedikit tidak konvensional.
Sementara ini, penelitian mengenai varian Omicron masih terus berlangsung. Tapi, para ahli percaya bahwa gejala varian Omicron bisa muncul lebih cepat dibandingkan varian virus corona lainnya.
Baca Juga: Pakar Merekomendasikan Jenis Masker Ini agar Terlindung dari Virus Corona Omicron
Menurut Sekretaris Kesehatan Inggris, Sajid Javid, analisis terbaru dari Badan Keamanan Kesehatan Inggris menunjukkan bahwa jendela antara infeksi dan penularan varian Omicron mungkin lebih pendek dibandingkan varian Delta.
Selain itu, kemungkinan masa inkubasi varian Omicron juga lebih pendek dibandingkan lainnya sehingga membuat tingkat transmisinya lebih tinggi.
Seseorang yang terinfeksi virus corona bisa menularkan virusnya ke orang lain sekitar 2 hari sebelum timbulnya gejala hingga 10 hari setelahnya. Artinya, seseorang bisa menginfeksi orang lain selama jendela infeksi ini.
Jika Anda melakukan kontak dengan orang yang terinfeksi virus corona, pastikan Anda melakukan karantina diri sendiri dan melakukan tes untuk hal yang sama.
Jika Anda positif terkena virus, isolasi diri Anda dan pantau gejalanya. Anda bisa mewaspadai gejala infeksi sudah parah, bila Anda mengalami sesak napas, nyeri dada, kesulitan bernapas atau kekurangan oksigen. Maka, segera cari bantuan medis.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Beda Cushion Wardah Colorfit Hijau dan Krem: Intip Harga, Kandungan, dan Manfaatnya
- 5 HP Android dengan Kualitas Setara iPhone 13 Pro dan iPhone 13 Pro Max
Pilihan
-
Derita Masyarakat RI Bertambah Kini Harga Pertamax Naik, Apa yang Harus Dilakukan?
-
Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
-
Namanya Terseret Isu Dugaan Korupsi BGN, Yahya Golkar: Semua Anggota Komisi IX DPR Tak Terlibat!
-
Perhatian! Harga Pertamax Naik Jadi Rp 16.250/Liter
-
Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Mozambik di FIFA Matchday Malam Ini
Terkini
-
Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut
-
Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?
-
Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?
-
Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai
-
Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional
-
Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus
-
Mikroplastik Ada di Makanan, Minuman, hingga Udara: Seberapa Besar Risikonya bagi Kesehatan?
-
Memilih Susu Anak Tak Cukup Lihat Kandungan DHA, Orang Tua Perlu Cermati Komposisi Utamanya
-
Pencernaan Sehat Jadi Kunci Anak Aktif, Lahap Makan, dan Tidur Nyenyak
-
Stop Anggap Lemak Itu Jahat! Ini Alasan Mengapa Anak Justru Wajib Mengonsumsinya