Suara.com - Temuan kasus varian Omicron jelang libur Natal dan Tahun Baru 2022 pakar kesehatan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) minta masyarakat untuk waspada.
Dikatakan Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB, kasus Covid-19 yang cenderung terkendali seharusnya tidak membuat masyarakat lengah.
Ia meminta masyarakat untuk kembali mengingat suasana mencekam pandemi Juni-Juli 2021.
Saat itu sistem kesehatan Indonesia kolaps di semua fasilitas kesehatan dari puskesmas, klinik hingga rumah sakit dipenuhi oleh pasien Covid-19.
"Kami para dokter dan tenaga kesehatan lainnya yang masih praktik di rumah sakit merasakan suasana yang mencekam saat itu," tutur Prof. Ari dalam keterangan pers yang diterima suara.com, Selasa (21/12/2021).
Prof. Ari bercerita, jika saat itu ketersediaan tempat tidur atau BOR (Bed Occupancy Rate) rumah sakit di atas 100 persen, kondisi alat bantu pernapasan atau ventilator terbatas, oksigen sempat kosong, bahkan obat untuk pasien Covid-19 terbatas.
"Selain itu ada juga laporan pasien meninggal di rumah saat isolasi mandiri yang ketika kondisi memburuk tidak bisa dievakuasi ke rumah sakit karena memang kondisi IGD RS yang penuh,” tutur Prof. Ari.
Kasus infeksi baru Covid-19 melonjak tajam, bahkan hingga 1 juta kasus baru per bulan, dengan setiap harinya 55.000 orang baru terinfeksi virus corona saat itu.
Kondisi saat pemerintah melakukan tindakan darurat, yakni membuka tempat isolasi mandiri terpusat dan beberapa rumah sakit darurat di beberapa daerah, diharap akan selalu diingat masyarakat agar tetap berhati-hati.
Baca Juga: PPKM Tak Berlaku, Ini Kebijakan Pengganti Libur Natal dan Tahun Baru 2022
"Masih pada periode yang sama, jumlah tenaga kesehatan yang gugur pun meningkat. Sebanyak 30 persen dokter yang meninggal selama pandemi, terjadi pada periode Juni-Juli 2021," terangnya.
Ia mengingatkan, masyarakat untuk tidak lupa bagaimana saat itu setiap harinya di WhatsApp Group (WAG), berseliweran kabar duka kenalan hingga kerabat yang meninggal karena Covid-19.
"Banyak juga yang sedang mencari ruang rawat inap atau ICU untuk keluarganya yang menderita Covid-19. Ingatlah apa yang terjadi pada kita saat itu,” ungkap Dekan yang juga merupakan Guru Besar Ilmu Penyakit Dalam FKUI-RSCM tersebut.
Kata Prof. Ari, dengan mengingat kondisi nahas dan mencekam itu diharapkan masyarakat lebih waspada dan aware, untuk tetap konsisten dan memperketat lagi protokol kesehatan, memakai masker, menjaga jarak, hingga menghindari kerumunan.
Jika dirasa tidak perlu diharapkan untuk tidak pergi liburan, dan menikmati suasana libur Natal dan Tahun Baru 2022 bersama keluarga di rumah.
Berita Terkait
-
Pakar Medis Belanda Menjamin Hantavirus Bukan Ancaman Pandemi Baru Seperti COVID-19
-
Cek Fakta: Benarkah Hantavirus Disebabkan Efek Samping Vaksin Covid-19 Pfizer?
-
Viral Cuitan 2022 yang Singgung Hantavirus 2026, Disebut Prediksi Masa Depan
-
Ancaman Baru Setelah COVID? Argentina Dituding Jadi Sumber Wabah Hantavirus
-
'Kiamat' Pandemi COVID-19 Bisa Terulang Jika Selat Hormuz Terus Diblokir Iran
Terpopuler
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 5 HP Baterai 7000 mAh Terbaru 2026, Tahan Seharian dan Kencang Mulai Rp1 Jutaan
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
Terkini
-
Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus
-
Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar
-
Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?
-
Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan
-
Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis
-
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat
-
Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi
-
Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang
-
Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia
-
Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?