Suara.com - Sakit tenggorokan biasa terjadi. Sebagian besar disebabkan oleh virus atau bakteri, tetapi tenggorokan juga bisa menjadi sakit akibat merokok, alergi, iritasi udara (seperti polusi, AC) atau terlalu banyak berteriak. Berikut ini obat sakit tenggorokan yang perlu diketahui.
Diketahui, sakit tenggorokan dengan keterlibatan bakteri lebih serius daripada sakit tenggorokan karena sebagian besar penyebab lainnya. Sakit tenggorokan karena bakteri memerlukan keterlibatan dokter, sedangkan sebagian besar sakit tenggorokan yang disebabkan oleh kondisi lain akan sembuh dengan sendirinya.
Kebanyakan sakit tenggorokan biasanya akan sembuh sendiri. Jadi, obat sakit tenggorokan hanya bisa meredakan gejala sementara, sampai penyebabnya (baik virus, bakteri, alergi atau lingkungan) dihilangkan.
Jadi apa saja yang dapat membantu menyembuhkan sakit tenggorokan? Untuk menyembuhkannya, beberapa obat sakit tenggorokan seperti di bawah ini bisa menjadi pilihan yang dilansir dari berbagai sumber.
1. Madu
Madu adalah pengobatan sakit tenggorokan yang sangat efektif karena bersifat antibakteri alami dan dapat mengeluarkan air dari jaringan yang meradang, mengurangi pembengkakan, dan ketidaknyamanan.
2. Air Garam
Air garam juga bisa menjadi pilihan untuk mengobati tenggorokan secara alami. Caranya, campurkan air hangat dan setengah sendok teh garam, lalu gunakan untuk kumur selama 20 detik setiap tiga kali sehari. Pengobatan alami ini berguna sebagai antiviral, antibakteri, dan pandai menghilangkan cairan di jaringan.
3. Kulit Pohon Elm
Baca Juga: Fakhri Husaini 'Lempar Handuk', Akui Jalan Persiba Balikpapan ke Liga 1 Tertutup
Kulit pohon Elm juga berguna untuk menenangkan sakit tenggorokan. Akar licorice memiliki sifat anti-inflamasi dan marshmallow yang membentuk lapisan pelindung di atas jaringan tenggorokan.
Adapun obat alami lainnya yang dapat meredakan sakit tenggorokan termasuk honeysuckle, echinacea, dan zinc.
4. Anti-Peradangan
Selain obat-obatan alami, ada juga beberapa obat medis yang bisa digunakan untuk meredakan sakit tenggorokan, salah satunya yaitu obat anti-peradangan seperti ibuprofen (Advil, Motrin ). Obat ini membantu sementara mengurangi peradangan dan menghilangkan rasa sakit meskipun tidak cocok untuk semua orang.
5. Acetaminophen
Obat medis lainnya untuk meredakan sakit tenggorokan yaitu Acetaminophen (Actamine, Tylenol). Obat ini bisa menjadi alternatif yang baik, meskipun hanya memiliki sifat penghilang rasa sakit, bukan anti-inflamasi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
Pilihan
-
Buntut Polemik Suket Pendidikan Gibran, Subhan Palal Juga Gugat Pimpinan DPR-MPR
-
Tok! Eks Sekretaris MA Nurhadi Divonis 5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Pengganti Rp137 Miliar
-
Aksi Tenang Nenek Beruban Curi TV 30 Inci di Jatinegara Viral, Korban Tak Tega Lapor Polisi
-
Panglima TNI: Tiga Prajurit yang Gugur di Lebanon Terima Santunan Miliaran dan Pangkat Anumerta
-
Swasta Diimbau Ikut WFH, Tak Ada Sanksi Menanti
Terkini
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026
-
Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS
-
Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat
-
Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem