Suara.com - Membuat ibu bahagia dikatakan dokter jiwa merupakan salah satu investasi keluarga yang perlu diperhatikan.
Menurut dokter spesialis kedokteran jiwa dr. Prima Kusumastuti, Sp.KJ mengingatkan bahwa ibu yang bahagia bisa membuat kondisi kesejahteraan mental keluarga meningkat.
"Salah satu kunci penting dari keberhasilan membina keluarga adalah ibu yang bahagia," katanya dikutip dari ANTARA.
Psikiater yang praktik di RSUD Blora, Jawa Tengah ini, menjelaskan bahwa yang bahagia akan menghasilkan pola asuh yang baik bagi anak, sehingga menciptakan keturunan yang memiliki karakter kuat dan mampu bersaing.
"Karena itu, ibu yang bahagia sangatlah penting dalam mendukung pola pengasuhan anak. Sementara itu, kebahagiaan seorang ibu bergantung dari pemenuhan kebutuhan biologis dan psikologis," katanya.
Dia menambahkan saat ini hal yang kurang menjadi perhatian adalah kebutuhan psikologis ibu, terutama kebutuhan akan harga diri dan aktualisasi diri.
"Ibu butuh diapresiasi dan diberi ruang untuk berkembang sesuai kemampuannya. Itulah mengapa seringkali ibu yang berhenti berkarier dan memilih menjadi ibu rumah tangga justru rentan terjadi gangguan psikologis," katanya.
Hal tersebut, kata dia, dikarenakan seorang ibu kesulitan untuk mendapatkan apresiasi dan kesempatan aktualisasi diri setelah menjadi ibu yang tidak bekerja secara formal.
"Apapun pilihan hidup dan pekerjaannya, seorang ibu butuh dihargai dan diberi ruang untuk bertumbuh. Ibu yang bebas bertumbuh dan berkembang akan memberi suasana yang positif bagi keluarga sehingga tercipta keharmonisan bagi lingkungannya," katanya.
Baca Juga: Peringati Hari Ibu, Astra Motor Gelar Safety Riding untuk Anggota PKK Kota Jogja
Dia mengatakan peringatan Hari Ibu setiap 22 Desember menjadi momentum yang tepat untuk meningkatkan sosialisasi dan kampanye terkait dengan pentingnya kesehatan mental seorang ibu.
"Ini momentum yang tepat juga untuk memastikan ibu merasa bahagia dan bisa menularkan kebahagiaannya kepada keluarga khususnya anak-anaknya," katanya.
Dengan demikian, kata dia, kondisi psikologis dan fisik ibu akan makin mendukung pola asuh yang optimal demi tumbuh kembang anak-anaknya.
Berita Terkait
-
Viral Bocah Berani Naik Kereta Sendiri dari Cikarang - Purworejo, Alasannya Bikin Haru
-
Novel Lebih Senyap dari Bisikan, Jeritan Sunyi Seorang Ibu Pascamelahirkan
-
Mengadu Nasib di Jakarta Usai Lebaran, Pramono Sebut Beberapa Pendatang 'Buta' Kondisi Ibu Kota
-
6 Bedak di Indomaret untuk Ibu Rumah Tangga, Hasil Natural Anti Dempul
-
Momen Haru Ibunda Vidi Aldiano Didatangi Almarhum Lewat Mimpi
Terpopuler
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
- Foto Pangakalan Militer AS di Arab Saudi Hancur Beredar, Balas Dendam Usai Trump Hina MBS
Pilihan
-
Mulai Besok! BPH Migas Resmi Batasi Pembelian Pertalite dan Solar, Cek Aturan Mainnya
-
Masyarakat Diminta Tak Resah, Mensesneg Prasetyo Hadi Tegaskan Harga BBM Belum Ada Kenaikan
-
Clara Shinta Minta Tolong, Nyawanya Terancam karena Suami Bawa Senjata Api
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
Terkini
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin
-
Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak
-
Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026
-
Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS
-
Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat
-
Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem
-
Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil
-
Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya
-
2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik