Suara.com - Beberapa negara di seluruh dunia telah mengizinkan vaksin Covid-19 untuk anak. Indonesia sendiri telah memberikan izin suntik vaksin untuk anak usia 6-11 tahun.
Tapi, bagaimana dengan anak dengan usia lebih muda yang belum bisa divaksin? Tak perlu khawatir, karena sebenarnya ada cara untuk bisa tetap melindungi mereka.
“Kelilingi mereka dengan orang dewasa dan saudara kandung yang divaksinasi, berikan dorongan jika memenuhi syarat,” saran Dr. Rochelle Walensky, direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit seperti dikutip dari NY Post.
Dia juga mendorong untuk melakukan tes COVID-19 di rumah sebelum berkumpul. CDC merekomendasikan bahwa siapa pun yang tidak divaksinasi - termasuk anak-anak berusia 2 tahun ke atas - memakai masker di dalam ruangan di depan umum.
Jika anak Anda di bawah 2 tahun – atau tidak dapat memakai masker karena alasan lain – CDC menyarankan untuk membatasi kunjungan dengan orang yang tidak divaksinasi. Mereka juga mengatakan untuk menjaga jarak antara anak dan orang lain di tempat umum.
Orang dewasa mungkin juga memilih untuk memakai masker di dalam ruangan di depan umum untuk memberi contoh bagi anak kecil, kata CDC. Tetapi di titik-titik panas virus, dikatakan bahwa setiap orang harus memakai masker di pengaturan itu, terlepas dari apakah mereka divaksinasi.
Matthew Binnicker, seorang ahli infeksi virus di Mayo Clinic di Rochester, Minnesota, mengatakan mungkin ide yang baik untuk membuat semua orang bertopeng di pertemuan keluarga jika ada anak-anak yang tidak divaksinasi, karena masih ada kemungkinan orang dewasa yang divaksinasi dapat menyebarkan virus.
Dia juga menyarankan untuk membatasi pertemuan hingga 10 orang atau kurang.
Dr. Anthony Fauci, pakar penyakit menular terkemuka di negara itu, mengatakan kumpul-kumpul keluarga tidak boleh disamakan dengan “pesta dengan 30, 40, 50 orang” di mana Anda tidak tahu siapa yang divaksinasi.
Baca Juga: Nella Kharisma dan Dory Harsa Rayakan Natal, Potret Anak Sadar Kamera Curi Perhatian
“Itu adalah jenis fungsi – dalam konteks COVID dan khususnya dalam konteks omicron – yang tidak ingin Anda lakukan,” katanya.
Di A.S., anak-anak usia 5 hingga 11 tahun bisa mendapatkan vaksin COVID-19 Pfizer dosis ukuran anak. Perusahaan sedang menguji dosis yang lebih kecil untuk bayi dan anak-anak prasekolah.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
Terkini
-
Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa
-
Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif
-
Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak
-
Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat
-
Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan
-
Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan
-
96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan
-
Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak
-
Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan
-
Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari