Suara.com - Bangun pagi menjadi kebiasaan sehat yang bermanfaat tidak hanya bagi kesehatan fisik, tapi juga mental. Pakar mengatakan ada sejumlah keutamaan yang didapat dari bangun pagi dan tidak didapatkan oleh mereka yang suka bangun siang.
Mengutip laman Forbes, bangun pagi tidak hanya membuat tubuh lebih segar, tapi juga memiliki manfaat lain bagi pengembangan diri. Apa saja?
1. Nilai yang lebih baik
Sebuah penelitian yang dilakukan di Universitas Texas pada tahun 2018 mengatakan mahasiwa yang rutin bangun di pagi hari memiliki nilai IPK yang lebih tinggi (3,5) dibandingkan dengan mereka yang kerap begadang dan bangun siang (2,5).
2. Lebih proaktif
Peneliti dari Harvard Christoph Randler lewat penelitiannya di tahun 2008 menemukan bahwa orang-orang yang doyan bangun pagi lebih proaktif saat kuliah maupun bekerja.
Mereka memiliki lebih banyak afirmasi positif untuk dirinya dan menyetujui pernyataan seperti "saya memikirkan masa depan dan tujuan jangka panjang" hingga "saya mampu membuat perubahan pada diri dan lingkungan sekitar".
3. Antisipasi masalah
Penelitian Randler juga menemukan bahwa orang-orang yang rutin bangun bagi memmiliki kemampuan mengantisipasi dan memecahkan masalah yang lebih tinggi dan efisien, membuat mereka berpotensi lebih sukses di dunia bisnis.
Baca Juga: Bangun Pagi Solusi Kurangi Depresi, Ini Kata Ahli
4. Rutin olahraga
Mereka yang rutin bangun pagi diketahui juga lebih sering melakukan olahraga. Seperti diketahui bersama, rutin olahraga membuat kondisi tubuh selalu prima, lebih berenergi, dan menjaga mood tetap baik.
5. Tidur lebih nyenyak
Bangun pagi membuat Anda tidur lebih awal. Jika dilakukan secara rutin, maka Anda akan memiliki kualitas tidur yang lebih baik dan membantu ritme sirkadian mengembalikan energi yang hilang setelah beraktivitas.
6. Lebih optimis
Tidak hanya proaktif, beragam studi juga menemukan bahwa mereka yang rutin bangun pagi memiliki karakter yang lebih positif secara keseluruhan, seperti lebih optimis, menyenangkan, dan empati yang lebih tinggi.
Berita Terkait
-
5 Kepribadian Unik Orang yang Suka Bangun Pagi Menurut Penelitian
-
Mengungkap Misteri Sulit Bangun Pagi dan Suka Begadang
-
8 Manfaat Bangun Pagi untuk Kesehatan Mental, Produktivitas, dan Fokus Harian
-
Bukan Cuma Kopi, Ini 5 Ritual Pagi yang Bisa Bikin Harimu Lebih Produktif
-
Rahasia Anti Kesiangan Terbongkar! 7 Langkah Sederhana Ubah Malam Jadi Sahabat, Pagi Jadi Semangat
Terpopuler
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Pengakuan Lengkap Santriwati Korban Pencabulan Kiai Ashari di Lingkungan Pesantren Pati
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 7 Sepatu Lari Lokal untuk Jalan Jauh dan Daily Run Mulai Rp100 Ribuan, Tak Kalah dari Hoka
- 5 HP Terbaru 2026 untuk Budget di Bawah Rp3 Juta, Ada yang Support 5G dan NFC
Pilihan
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
Terkini
-
Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!
-
Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?