Health / Parenting
Sabtu, 01 Januari 2022 | 09:00 WIB
Foto oleh Tima Miroshnichenko dari Pexels

Suara.com - Menjadi salah satu penyakit yang sering menyerang anak-anak ketika musim hujan datang, demam berdarah dengue atau biasa dikenal DBD adalah penyakit yang diakibatkan oleh gigitan nyamuk Aedes Aegypti. Untuk melakukan identifikasi dengan cepat, wajib diketahui gejala demam berdarah pada anak secara umum.

Sebenarnya, demam berdarah dengue sendiri adalah satu jenis dari tiga jenis demam yang bisa ditimbulkan oleh gigitan nyamuk tersebut. Sebelum mengetahui gejala demam berdarah dengue pada anak, kita lihat dulu tiga jenis demam yang bisa ditimbulkan oleh gigitan nyamuk tersebut.

Jenis Demam Berdarah Akibat Gigitan Nyamuk

Pertama adalah demam dengue, yang menjadi satu jenis DBD paling ringan dan tidak menyebabkan pendarahan. Gejalanya kurang tampak, tapi bisa dirasakan anak dengan jelas.

Kedua, adalah DBD atau demam berdarah dengue. Demam berdarah ini adalah lanjutan dari demam dengue yang muncul, dan disertai gejala lebih besar.

Ketiga adalah dengue shock syndrome.

Pasien demam berdarah dirawat di rumah sakit. (Shutterstock)

Gejala Demam Berdarah pada Anak

Gejala yang muncul pada demam berdarah dengue di anak adalah sebagai berikut :

1. Demam tinggi antara 3 sampai 14 hari setelah digigit nyamuk tersebut.

Baca Juga: Kenali Demam Berdarah (DBD) yang Cukup Meningkat di Musim Hujan Saat Ini

2. Anak merasakan sakit kepala dan mual.

3. Muncul ruam merah pada kulit anak.

4. Anak mengeluh nyeri pada otot dan pegal di sekujur tubuhnya.

5. Bagian kelenjar getah bening mengalami pembengkakan.

Ketika demam berdarah berlanjut, bukan berarti penyakitnya selesai. Ada gejala lain yang muncul antara 1 sampai 2 hari demam menurun. Antara lain adalah sebagai berikut :

1. Munculnya sakit perut atau terasa nyeri.

Load More