Suara.com - Laga Timnas Indonesia di Leg 2 Final Piala AFF 2020 sudah dinantikan oleh masyarakat. Sabtu, 1 Januari 2022 malam ini, akan jadi laga penentu pemenang Piala AFF 2020.
Nah, karena pertandingan berlangsung di Singapura, maka mayoritas penduduk Indonesia akan menyaksikan pertandingan dari rumah menggunakan TV dan gadget lainnya.
Lantaran pertandingan sepak bola umumnya berlangsung selama 90 menit, maka demi kesehatan mata, sebaiknya atur jarak menonton televisi agar mata tidak lelah.
Mengutip Very Well Health, Sabtu (1/1/2022), menonton televisi terlalu dekat nyatanya tidak akan merusak mata, karena umumnya televisi LCD atau plasma tidak akan memancarkan radiasi, tapi bisa menyebabkan tegang dan mata lelah.
Sehingga para ahli menyarankan agar duduk dengan jarak 2,4 hingga 5,7 meter dari layar TV. Aturan jarak menonton televisi adalah 5 kali lebar layar TV.
Sehingga jika televisi memiliki lebar 32 inch maka, jarak menonton TV yang ideal adalah 160 inci atau sekitar 0,9 meter.
Namun alih-alih menggunakan rumus, sebagain besar dokter mata justru mengatakan jarak terbaik menonton TV adalah dengan memerhatikan jarak yang paling nyaman bagi yang penonton.
Sehingga selama penonton bisa melihat layar dengan jelas, tanpa mengalami ketidaknyamanan, maka jarak itulah yang tepat.
Selain jarak pandang, posisi TV juga sangat erat kaitannya untuk mencegah mata tegang. Pastikan posisi TV sejajar dengan mata, atau lebih rendah untuk mencegah ketegangan otot mata maupun leher.
Baca Juga: Viral Nenek Biasa Nonton TV Jam 3 Pagi, Acara yang Dilihat Bikin Cucu Heran
Memaksa mata untuk melihat ke atas secara terus menerus, akan menyebabkan otot mata mudah lelah.
Sementara itu, American Optometric Association juga menyarankan konsep 20-20-20 saat menonton TV, yaitu mengambil istirahat 20 detik melihat objek jauh minimal 20 feet atau 6 meter di setiap 20 menit menonton TV.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Motor Listrik Paling Kuat di Tanjakan 2026, Anti Ngeden dan Tetap Bertenaga
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- Therese Halasa, Perempuan Palestina yang Tembak Benjamin Netanyahu
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
Pilihan
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
-
Regime Change! Kongres AS Usul Donald Trump dan Menteri Perang Dicopot Pekan Depan
-
Kebakaran di Gedung Satreskrim Polres Jakarta Barat, 13 Mobil Damkar Dikerahkan
Terkini
-
Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari
-
Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit
-
Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya
-
Solusi Membasmi Polusi Kekinian ala Panasonic
-
Gaya Hidup Modern Picu Asam Urat, Ini Solusi Alami yang Mulai Direkomendasikan
-
Memahami Autisme dari Dekat: Kenapa Dukungan Lingkungan Itu Penting untuk Anak ASD
-
17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi
-
Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata