Suara.com - Indonesia melaporkan kenaikan jumlah penduduk yang sudah mendapatkan vaksin COVID-19 lengkap, di hari pertama tahun 2022.
Mengutip ANTARA, laporan Satgas COVID-19 menyebut jumlah penerima dosis lengkap vaksin COVID-19 di Indonesia hingga Sabtu (1/1/2022) mencapai 114.039.438 orang.
Jumlah penduduk yang telah mendapat suntikan dosis lengkap vaksin COVID-19 itu bertambah 364.111 orang dari hari sebelumnya.
Sementara itu, jumlah penerima vaksin dosis pertama pada hari ini bertambah sebanyak 778.365 orang. Dengan tambahan tersebut, maka total jumlah penerima vaksinasi dosis pertama kini menjadi 161.861.222 jiwa.
Adapun total vaksinasi untuk dosis ketiga hari ini mencapai 1.288.890 orang. Pemerintah menargetkan memvaksinasi sebanyak 208.265.720 juta orang.
Dengan demikian, maka tercatat suntikan dosis pertama vaksin COVID-19 sudah diberikan pada 77,74 persen dari total masyarakat sasaran. Sementara warga yang sudah menerima vaksinasi dosis kedua mencapai 54,76 persen dari total sasaran.
Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan RI Siti Nadia Tarmizi mengatakan total vaksin yang sudah tiba di tanah air dalam bentuk bulk atau bahan baku maupun vaksin jadi berjumlah sekitar 470 juta dosis.
Membuka tahun 2022, Indonesia menerima kedatangan vaksin COVID-19 tambahan sebanyak hampir sejuta dosis vaksin Pfizer berjumlah 999.180 dosis donasi dari Pemerintah Italia.
Nadia menambahkan Kementerian Kesehatan RI menutup tahun 2021 dengan pencapaian suntikan 280 juta dosis vaksin COVID-19 kepada masyarakat sasaran sebagai upaya untuk mengendalikan pandemi di Tanah Air.
Baca Juga: Awal Tahun 2022, 114 Juta Penduduk Indonesia Sudah Terima Vaksin COVID-19 Dosis Lengkap
"Apresiasi terbesar untuk teman-teman di lapangan. Dengan kekuatan modal sosial kita bisa mencapai 280 juta dosis vaksinasi di akhir tahun 2021," katanya.
Nadia mengatakan 280 juta dosis suntikan itu berhasil dicapai per Jumat (31/12) pukul 19.30 WIB. [ANTARA]
Berita Terkait
-
Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Kemenkes Libatkan NU dan Muhammadiyah, Lawan Hoaks Vaksin yang Masih Marak
-
Daftar Lokasi, Jadwal, dan Harga Vaksin HPV Terbaru 2026 di Jogja
-
Biaya Vaksin HPV dan Waktu Terbaik Vaksinasi untuk Cegah Kanker Serviks
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua
-
Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan
-
Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?