Suara.com - Dokter spesialis anak meminta orangtua untuk peduli dengan global developmental delay atau keterlambatan perkembangan umum.
Global developmental delay adalah keterlambatan perkembangan bermakna pada dua bidang atau lebih, perkembangan pada anak.
Caranya orangtua lebih dulu bisa memantau perkembangan gerak kasar dan bahasa anak untuk mengetahui lebih lanjut.
- Berikut ini tanda yang harus diwaspadai atau Red Flags pada perkembangan anak:
- Usia 6 bulan, gerak kasar anak biasanya bisa tengkurap, bahasa atau komunikasi bisa menoleh saat dipanggil, usia hingga 1 tahun.
- Usia 9 bulan, gerak kasar anak biasanya bisa duduk, bahasa atau komunikasi bisa menoleh saat dipanggil, usia hingga 1 tahun.
- Usia 11,5 bulan atau 1 tahun, gerak kasar anak biasanya bisa merangkak, bahasa atau komunikasi bisa bubbling dan menunjuk dengan telunjuk.
- Usia 13,5 bulan, gerak kasar anak biasanya bisa berdiri, bahasa atau komunikasi bisa mengucapkan kata berarti seperti mama dan papa hingga usia 16 bulan.
- Usia 18 bulan, gerak kasar anak biasanya bisa berjalan, bahasa atau komunikasi bisa mengucapkan kata berarti seperti mama dan papa hingga usia 16 bulan.
Dalam siaran pers aplikasi Tentang Anak, Jumat (7/1/2022), Prof. Hardiono mengatakan jika orang tua telah mendeteksi tanda-tanda keterlambatan pada perkembangan anaknya, orang tua diminta untuk tidak diam saja atau menunggu kemajuan perkembangan anak dengan sendirinya.
Dokter Spesialis Anak Prof. Hardiono D. Pusponegoro, menyebutkan bahwa 30 persen dari anak di dunia mengalami keterlambatan perkembangan, mulai dari keterlambatan ringan hingga berat.
"Maka dari itu, setelah mendeteksi, orang tua dianjurkan untuk mendiagnosis jenis keterlambatan perkembangan anak dengan dokter spesialis anak atau ahlinya, lalu mengobati apa yang bisa diobati, merujuk terapi yang tepat sesuai dengan diagnosis, konseling dan langkah terakhir untuk rujuk konsultasi selanjutnya," tutupnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh
-
Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi