Suara.com - Update Covid-19 global menunjukkan penambahan kasus positif masih di atas 2 juta selama lima hari berturut-turut. Pada situs worldometers tercatat, kasus harian infeksi virus corona SARS Cov-2 itu melonjak 50 persen dalam sepekan.
Pada dua pekan lalu, tambahan kasus positif mingguan sebanyak 10,13 juta. Dalam 7 hari terakhir, kasus positif mingguan naik menjadi 15,24 dalam sepekan. Angka tersebut menjadi rekor terbanyak selama pandemi Covid-19 terjadi.
Amerika Serikat, Prancis, Inggris, dan Italia mendominasi kasus mingguan yang laporannya mencapai jutaan kasus. Keempat negara tersebut juga rata-rata alami kenaikan kasus dari 9-57 persen.
Amerika Serikat masih mendominasi kasus infeksi Covid-19 di dunia. Dalam sepekan terakhir orang yang positif Covid-19 di sana sebanyak 4,45 juta, melonjak 43 persen dibandingkan dua pekan lalu.
Prancis menempati peringkat kedua dengan kasus mingguan terbanyak, dengan 1,62 juta orang atau naik 47 persen dari dua pekan lalu.
Kemudian Inggris yang melaporkan 1,21 juta kasus positif virus corona dalam 7 hari terakhir. Angkanya naik 9 persen dari dua pekan lalu.
Sementara Italia melaporkan 1,01 juta kasus mingguan, naik 57 persen dari dua minggu lalu.
Angka kematian mingguan juga naik, meski tidak terlalu signifikan. Kenaikan sebesar 0,3 persen, dari 42.506 jiwa pada dua pekan lalu menjadi 42.613 kematian dalam seminggu terakhir.
Amerika Serikat juga yang paling banyak melaporkan kematian mingguan dengan jumlah 10.550 jiwa, naik 22 persen dari dua pekan lalu.
Baca Juga: Lonjakan Kasus Covid-19 di Amerika Serikat Bikin Staf Rumah Sakit Kelelahan
Sedangkan negara-negara lainnya, rata-rata di bawah 5 ribu kematian akibat Covid-19 dalam sepekan terakhir.
Akibat berbagai lonjakan kasus positif juga kematian yang terjadi, total infeksi Covid-19 di seluruh dunia per Minggu (9/1) pukul 08.00 WIB telah mencapai 305,99 juta kasus dengan kematian lebih dari 5,5 juta jiwa.
Berita Terkait
-
Kasus Kembali Meledak di Jakarta, Pramono Anung: COVID-19 Urusan Menkes!
-
Waspada Covid-19, Pakar Paru Sarankan Pemerintah Kembali Beri Vaksin Untuk Kelompok Rentan
-
Kasus Covid-19 Naik di Negara Tetangga, DKI Imbau Vaksinasi Sebelum ke Luar Negeri
-
Covid-19 Mengintai Lagi? Begini Kondisi Terkini di Jakarta Menurut Dinas Kesehatan
-
Kasus COVID-19 di Indonesia Mulai Naik, Ini Perbandingan Update Virus Corona Asia Tenggara
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Bupati Kulon Progo Hapus Logo Geblek Renteng hingga Wajibkan Sekolah Pasang Foto Kepala Daerah
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
Pilihan
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
-
Jadwal Buka Puasa Bandar Lampung 21 Februari 2026: Waktu Magrib & Salat Isya Hari Ini
-
Siswa Madrasah Tewas usai Diduga Dipukul Helm Oknum Brimob di Kota Tual Maluku
Terkini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga
-
Susu Kambing Etawa Indonesia Tembus Pameran Internasional: Etawanesia Unjuk Gigi di Expo Taiwan
-
Penanganan Penyintas Kanker Lansia Kini Fokus pada Kualitas Hidup, Bukan Sekadar Usia Panjang
-
Ini Rahasia Tubuh Tetap Bugar dan Kuat Menjalani Ramadan Optimal Tanpa Keluhan Tulang dan Sendi
-
Anak Sekolah Jadi Kelompok Rentan, Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue Diperluas di Palembang
-
Cuma Pakai Dua Jari, Dokter Ungkap Cara Deteksi Sakit Jantung dari Raba Nadi
-
Bukan Cuma Blokir, Ini Kunci Orang Tua Lindungi Anak di Ruang Digital
-
Sedih! Indonesia Krisis Perawat Onkologi, Cuma Ada Sekitar 60 Orang dari Ribuan Pasien Kanker