Suara.com - Beberapa orang mungkin kebiasaan memakai pakaian yang sama selama 2 hari atau lebih. Anda mungkin berpikir ini lebih meringankan tugas mencuci baju.
Tapi, memakai pakaian yang sama selama lebih 2 hari justru tidak baik untuk kesehatan Anda. Bahkan, sekalipun Anda tidak berkeringat sama sekali.
Berikut ini dilansir dari Bright Side, beberapa dampak buruk memakai pakaian yang sama selama 2 hari atau lebih.
1. Pemicu jerawat punggung
Ganti dan cuci pakaian setiap hari nampaknya melelahkan. Tapi, Anda perlu mempertimbangkan ganti baju setiap hari bila memiliki jerawat punggung atau dada.
Karena, pakaian kotor mengumpulkan keringat dan bakteri yang ditransfer ke area bantalan rambut di tubuh Anda dan menyebabkan pori-pori tersumbat.
Keringat yang dikombinasikan dengan sel-sel kulit mati dapat menyebabkan iritasi dan jerawat di hampir semua bagian tubuh, termasuk punggung, paha dan bokong.
2. Bau badan
Tak masalah bila Anda ingin menunda cucian, tapi jangan lupa ganti baju setiap hari. Karena, pakaian bisa membawa aroma yang kurang segar, seperti keringat ketiak.
Baca Juga: Gejalanya Lebih Ringan, Varian Omicron Malah Sumbang 99,5 Persen Kasus Virus Corona AS
Kuman dan bakteri menyukai sangat menyukai keringan. Bila keduanya dikombinasikan akan menyebabkan masalah bau badan tak sedap.
3. Tertular kuman dari orang lain
Cara tubuh merespons minyak dan bakteri sepanjang hari tentu berbeda. Sebenarnya, semua orang memiliki bakteri di kulit dan sebagian besar berasal dari pakaian yang dikenakan dan menempel langsung dengan tubuh kita.
Tapi, kita juga bisa mendapatkan kuman dari pakaian orang lain. Meskipun seringkali tertular kumat tidak langsung menyebabakn efek samping, seseorang bisa mengalami infeksi dan masalah kulit.
4. Ruam
Jika Anda mengalami ruam gatal, lebih baik sering mengganti pakaian. Pakaian yang bersentuhan erat dengan kulit justru menjadi tempat berkembang biaknya bakteri yang terperangkap, sehingga menyebabkan iritasi kulit.
Meskipun jenis serat apa pun dapat mengiritasi kulit Anda, pakaian yang dibuat dengan bahan sintetis terasa lebih kasar di kulit karena tidak bernapas seperti serat alami.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- 3 Klub Pemain Timnas Indonesia Berhasil Raih Tiket Promosi Musim Ini
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- HP Vivo yang Bagus Seri Apa? Ini Rekomendasi Seri X, V, dan Y Sesuai Kebutuhan
- 4 Rekomendasi Sampo Urang-Aring untuk Menghitamkan dan Menyuburkan Rambut
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
Terkini
-
Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien
-
Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia
-
Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif
-
Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19
-
Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?
-
Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai
-
Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien
-
Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi
-
Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan
-
Heboh Wanita Bekasi Tunjukkan Wajah Khas Gagal Ginjal, Waspadai Ciri-cirinya!