Suara.com - Sebuah studi baru menemukan orang yang telah mendapatkan vaksin Covid-19 mRNA Moderna lebih berisiko kecil untuk mengalami infeksi terobosan atau tertular virus corona Covid-19 setelah vaksinasi.
Penelitian yang diterbitkan dalam Journal of American Medical Association, juga menemukan bahwa mereka yang mendapatkan vaksin Moderna lebih berisiko kecil untuk dirawat di rumah sakit, dibandingkan dengan penerima vaksin Pfizer.
"Kami telah membandingkan risiko infeksi terobosan, rawat inap dan kematian akibat varian Delta di antara penerima vaksin mRNA, yakni vaksin Moderna dan Pfizer sambil mempertimbangkan karakteristik pasien dan wakt ke waktu," kata peneliti Rong Xu dari Case Western Reserve University dikutip dari Times of India.
Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) di AS, infeksi terobosan terjadi ketika seseorang yang sudah vaksinasi penuh atau mendapatkan dua dosis vaksin mRNA terinfeksi virus corona Covid-19.
Pada penelitian ini, mereka meneliti infeksi terobosan akibat virus corona Covid-19, rawat inap dan tingkat kematian ketika varian Delta mendominasi. Tim peneliti menganalisis catatan kesehatan elektronik lebih dari 637.000 pasien yang vaksinasi lengkap.
Insiden infeksi terobosan dimasukkan jika orang tersebut sebelumnya belum pernah terinfeksi virus corona Covid-19 atau telah mendapatkan suntikan booster vaksin Covid-19.
Temuan menunjukkan bahwa tingkat kasus infeksi terobosan bulanan lebih tinggi di antara mereka yang mendapatkan vaksin Pfizer dibandingkan penerima vaksin Moderna.
Tidak ada perbedaan signifikan yang diamati pada tingkat kematian antara mereka yang menerima vaksin Moderna dan vaksin Pfizer-BioNTech.
Baca Juga: Studi: Vaksin Covid-19 Sinovac Tidak Cocok untuk Melawan Virus Corona Varian Omicron
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
Terkini
-
Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining
-
Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian
-
Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI
-
Mengapa Lupus Lebih Banyak Menyerang Wanita?