Suara.com - Kebanyakan dari kita akan lebih memilih pisang dengan kulit yang mulus daripada pisang yang kulitnya sudah menghitam. Padahal, ada banyak manfaat dari pisang yang sudah terlampau matang ini, lho.
Pisang memang jadi salah satu buah andalan. Selain mudah dikonsumsi, pisang adalah makanan super yang mampu memberi energi instan, membuat kita kenyang lebih lama, dan memberi tubuh semua nutrisi penting seperti vitamin, mineral, serta gula alami.
Sayangnya, ketika kondisi pisang sudah terlampau matang, yang ditandai dengan munculnya bintik-bintik hitam di kulitnya, orang cenderung meninggalkannya. Ada ketakutan bahwa pisang dengan kondisi ini memiliki kandungan gula yang tinggi dan dapat memicu obesitas.
Belum lagi anggapan bahwa ketika bintik-bintik hitam mulai muncul di kulit pisang, itu pertanda buah telah busuk seperti kebanyakan buah-buahan lainnya. Padahal, itu semua sama sekali tidak benar!
Dilansir dari Healthshots, berikut alasan mengapa Anda sebaiknya tetap mengonsumsi pisang yang kulitnya sudah menghitam.
1. Kandungan TNF (Tumor Necrosis Factor) yang lebih tinggi
Bintik-bintik hitam pada kulit pisang bukanlah tanda buah busuk, melainkan tanda bahwa pisang sudah matang. Semakin banyak bintik hitam-cokelat pada pisang, semakin baik untuk dikonsumsi.
Dikatakan Dt. Upasana Sharma, Kepala Ahli Diet di Rumah Sakit Max, Gurugram, bintik hitam pada pisang mewakili kandungan TNF (Tumor Necrosis Factor)-nya, di mana ini adalah zat pelawan kanker yang membantu melawan sel-sel abnormal di dalam tubuh. Oleh karenanya, semakin banyak bintik hitam, semakin tinggi kadar TNF di dalam pisang.
2. Kandungan antioksidan yang lebih tinggi
Ketika pisang matang sepenuhnya, buah ini memiliki kadar antioksidan yang tinggi. Ini juga membantu meningkatkan sistem kekebalan terhadap virus dan sel kanker.
3. Melawan penyakit kronis
Saat pisang semakin matang, kandungan magnesiumnya semakin tinggi. Magnesium yang tinggi sangat baik untuk orang yang menderita hipertensi, karena berefek langsung menurunkan tekanan darah. Pisang yang matang juga baik untuk jantung, depresi, membantu pencernaan, dan pergerakan usus yang sehat.
4. Antasida alami
Pisang adalah antiasam alami dan membantu meredakan mulas secara instan. Jika Anda merasa sedikit mulas, konsumsi satu buah pisang akan meredakannya dalam beberapa menit.
Baca Juga: Pisang Hingga Wortel, 5 Buah dan Sayur yang Bisa Tingkatkan Kualitas Tidur Anda
5. Mengatasi sembelit
Makan pisang matang mengurangi gejala dan mempercepat waktu pemulihan dari diare karena berbagai penyebab. Karena pisang tinggi serat, pisang juga meredakan sembelit dengan cara merangsang pergerakan usus.
Jadi, tak ada lagi alasan menolak pisang yang kulitnya sudah menghitam ini, ya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Terpopuler: 5 HP Samsung RAM 8 GB Termurah, Sinyal Xiaomi 17T Series Masuk Indonesia
- Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
- 4 Seri MacBook yang Harganya Terjun Bebas di Awal 2026, Mulai Rp8 Jutaan
- Promo Indomaret 26 Februari Sampai 1 Maret 2026, Diskon Besar Minyak Goreng dan Pampers
Pilihan
-
Iran Bombardir Kantor Benjamin Netanyahu Pakai Rudal Hipersonik, Kondisinya Belum Diketahui
-
Istri Ayatollah Ali Khamenei Juga Gugur Sehari Setelah Sang Suami, Dibom Israel-AS
-
Istri Ali Khamenei Meninggal Dunia Akibat Luka Serangan AS-Israel ke Iran
-
Bakal Gelap Gulita! Pemkot Solo Stop Sementara Pembayaran Listrik Keraton Surakarta ke PLN
-
Imbas Perang Iran, Pemerintah Cari Minyak dari AS demi Cegah Harga BBM Naik
Terkini
-
Tips Memilih Klinik Tulang Terpercaya untuk Terapi Skoliosis Non-Operasi
-
Presisi dan Personalisasi: Arah Baru Perawatan Kanker di Asia Tenggara
-
Lonjakan Kasus Kanker Global, Pencegahan dengan Bahan Alami Kian Dilirik
-
Cara Memilih dan Memakaikan Popok Dewasa untuk Cegah Iritasi pada Lansia
-
5 Fakta Keracunan MBG Cimahi: Pengelola Minta Maaf, Menu Ini Diduga Jadi Penyebab
-
4 Penjelasan Sains Puasa Membantu Tubuh Lebih Sehat: Autofagi, Insulin dan Kecerdasan
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?