Suara.com - Susu menjadi sumber makanan pokok bagi bayi sejak baru lahir. Hingga usianya 6 bulan, bayi disarankan hanya mengonsumsi ASI. Setelah itu, bayi bisa mendapatkan makanan pendamping ASI atau MPASI.
Meski bayi masih mendapatkan ASI setelah usia 6 bulan, ahli gizi menyarankan agar anak juga disokong susu formula (sufor). Tujuannya, agar nutrisi anak tercukupi dan mencegahnya dari risiko stunting.
"Usia pertama kali anak minum susu pertumbuhan, kalau sudah lebih dari 1 tahun ternyata sudah agak terlambat, berisiko menjadi stunting. Kalau ASI saja, nutrisi ibunya sendiri tidak baik," jelas ahli Gizi sekaligus Wakil Ketua Pusat Kajian Gizi Dan Kesehatan Keluarga (PKGK) UI Prof. drg Sandra Fikawati, MPH, dalam webinar Hari Gizi Nasional bersama Frisian Flag, Selasa (25/1/2022).
Ia menyampaikan bahwa status gizi ibu hamil di Indonesia juga kurang baik. Di mana 50 persen ibu hamil mengalami anemia dan sekitar 20 persen kurang gizi kronis. Kondisi tersebut pada akhirnya akan mempengaruhi kesehatan janin dan kualitas ASI.
"Pada saat dia menyusui, otomatis tidak ada perbaikan sebetulnya dari segi gizi," kata dokter Sandra.
Jumlah susu yang yang dikonsumsi anak juga harus cukup. Tidak boleh kurang agar mencegah risiko stunting, tapi juga jangan berlebihan supaya anak tidak mengalami kelebihan gizi atau obesitas.
Dokter Sandra menyarankan, anak sebaiknya konsumsi susu tiga kali sehari dengan jumlah maksimal 300 mililiter.
"Susu merupakan sumber zat gizi yang lengkap, karena ada karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral yang sangat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan anak," ujarnya.
Pertumbuhan dan perkembangan anak paling cepat terjadi selama dua tahun pertama kehidupannya sejak di dalam kandungan. Oleh sebab itu, dokter Sandra mengingatkan, kalau anak yang stunting mulai bisa terlihat sejak usianya 2 tahun.
Baca Juga: Dalam Rangka Hari Gizi Nasional 2022, BRI Bantu Turunkan Angka Stunting
"Stunting adalah kondisi kurang gizi kronis yang ditandai dengan tubuh pendek pada anak balita. Anak yang stunting akan mulai terlihat pada usia 2 tahun," ucapnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP Terbaik di Bawah Rp1,5 Juta, Performa Awet untuk Jangka Panjang
- Langkah Progresif NTT: Program Baru Berhasil Hentikan Perdagangan Daging Anjing di Kupang
- Promo THR Alfamart Maret 2026: Sirup Marjan dan Biskuit Lebaran Diskon Gila-gilaan, Mulai 6 Ribuan
- 5 Mobil Bekas untuk Jangka Panjang: Awet, Irit, Pajak Ringan, dan Ramah Kantong
- Promo Kue Kaleng Lebaran Indomaret Alfamart Terbaru, Harga Serba Rp15 Ribuan
Pilihan
-
Teror di Rumah Wali Kota New York Zohran Mamdani: Dua Remaja Lempar Bom Rakitan
-
Trump Bilang Perang Segera Selesai, Iran: Ngaku Saja, Amunisi Kalian Sudah Mau Habis
-
Selain Bupati, KPK Juga Gelandang Wabup Rejang Lebong ke Jakarta Usai OTT
-
Patuhi Perintah Trump, Australia Kasih Suaka ke 5 Pemain Timnas Putri Iran
-
Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
Terkini
-
Orang Tua Waspada! Ini Tanda Gangguan Pertumbuhan pada Anak: Pengaruh Hingga Dewasa
-
Vaksin Campak Apakah Gratis? Ini Ketentuannya
-
Tak Hanya Puasa, Kemenkes RI Sarankan Kurangi Garam, Gula, dan Lemak saat Ramadan
-
Gaya Hidup Sehat dan Aktif Makin Jadi Pilihan Masyarakat Modern Indonesia
-
Empati Sejak Dini, Ramadan Jadi Momen Orang Tua Tanamkan Nilai Kebaikan pada Anak
-
Stop Target Besar! Rahasia Konsisten Hidup Sehat Ternyata Cuma Dimulai dari Kebiasaan Kecil
-
Bibir Sumbing pada Bayi: Penyebab, Waktu Operasi, dan Cara Perawatannya
-
5 Rekomendasi Susu Kambing Etawa untuk Jaga Kesehatan Tulang dan Peradangan pada Sendi
-
Mencetak Ahli Gizi Adaptif: Kunci Menghadapi Tantangan Malnutrisi di Era Digital
-
Tips Memilih Klinik Tulang Terpercaya untuk Terapi Skoliosis Non-Operasi