Suara.com - Seorang pria asal Jharkhand, India, bernama Dularchand Munda (55) mengaku sembuh dari lumpuhnya setelah menerima vaksin Covid-19.
Sebelumnya, Dularchand menderita kelumpuhan dan tidak dapat berbicara akibat mengalami kecelakaan mobil tragis lima tahun lalu. Bahkan, ia hanya dapat terbaring di tempat tidur.
Namun setelah vaksinasi Covid-19 pada 4 Januari 2022 lalu, ia mulai bisa merasakan kakinya dalam beberapa jam. Sekarang, Dularchand juga sudah dapat berbicara dan berjalan dengan bantuan tongkat.
Dularchand mengaku bahwa mendapatkan vaksin Covid-19 adalah yang keputusan terbaik baginya, ketika banyak orang menggembar-gemborkan masalah efek samping vaksin.
"Senang sudah mengambil vaksin Covid-19 ini. Ada gerakan di kaki saya sejak mendapat vaksin pada 4 Januari," jelas Dularchand, dilansir Oddity Central.
Ia melanjutkan, "Suara saya kembali dan kaki saya juga bergerak."
Dulunya, Dularchand sempat menjalani perawatan pasca kecelakaan mobil yang membuatnya lumpuh. Tetapi hasilnya selalu nihil.
Pria warga Desa Salgadih, Bokaro, ini mengaku tidak dapat merasakan tubuh bagian bawah dan seiring waktu ia juga menjadi bisu.
Hingga ia akhirnya mendapat vaksin Covid-19 dan mulai bisa menggerakkan kakinya lagi. Dularchand pun langsung mencoba berdiri. lalu mecoba beberapa langkah sambil ditopang.
Baca Juga: Dinilai Paling Mutakhir, Bisakah Teknologi BESS Obati Lumpuh Total Akibat Saraf Kejepit?
Kisah viral ini membuat banyak tenaga medis skeptis tentang keajaiban itu. Sembuh setelah lima tahun lumpuh bukanlah sesuatu yang terjadi begitu saja.
Tim medis sudah dibentuk untuk menganalisis riwayat medis Dularchand dna memberikan informasi objektif.
“Terpesona melihat ini, tetapi perlu dipastikan oleh para ilmuwan,” jelas hali onkologi India, Jitendra Kumar.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga
-
Susu Kambing Etawa Indonesia Tembus Pameran Internasional: Etawanesia Unjuk Gigi di Expo Taiwan
-
Penanganan Penyintas Kanker Lansia Kini Fokus pada Kualitas Hidup, Bukan Sekadar Usia Panjang
-
Ini Rahasia Tubuh Tetap Bugar dan Kuat Menjalani Ramadan Optimal Tanpa Keluhan Tulang dan Sendi
-
Anak Sekolah Jadi Kelompok Rentan, Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue Diperluas di Palembang