- Menteri PPPA Arifah Fauzi mendesak Pemerintah Kabupaten Sampang memperkuat sistem perlindungan anak pasca kasus kekerasan seksual melibatkan banyak pelaku.
- Polres Sampang telah menangkap 12 tersangka dari total 27 terduga pelaku.
- Kementerian PPPA memberikan pendampingan hukum, kesehatan, serta dukungan psikososial menyeluruh untuk memastikan pemulihan kondisi korban kekerasan seksual itu.
Suara.com - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi meminta Pemerintah Kabupaten Sampang memperkuat sistem perlindungan anak menyusul kasus dugaan kekerasan seksual terhadap seorang anak berusia 15 tahun yang diduga melibatkan puluhan pelaku.
Menurut Arifah, kasus tersebut tidak boleh dipandang sebagai peristiwa yang berdiri sendiri, melainkan menjadi momentum untuk membenahi sistem pemenuhan hak dan perlindungan anak di daerah.
Karena itu, ia meminta Pemerintah Kabupaten Sampang memperkuat Gugus Tugas Kabupaten Layak Anak dan memastikan seluruh mekanisme perlindungan anak berjalan secara optimal.
"Kita harus berani membenahi sistem pemenuhan hak dan perlindungan anak yang belum sepenuhnya optimal dalam meningkatkan kualitas hidup anak-anak Indonesia," kata Arifah kepada wartawan di Jakarta, Kamis (16/7/2026).
Arifah memastikan korban saat ini telah memperoleh pendampingan secara menyeluruh, mulai dari bantuan hukum, layanan kesehatan dan medico-legal, asesmen psikologis, terapi konseling, hingga dukungan psikososial.
Kementerian PPPA juga telah berkoordinasi dengan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) untuk memberikan perlindungan lanjutan.
Selain itu, pemerintah menyiapkan rumah perlindungan sementara apabila dibutuhkan agar korban merasa aman selama proses hukum berlangsung.
"Peristiwa ini adalah kejahatan serius terhadap kemanusiaan dan hak anak yang harus ditangani secara cepat, menyeluruh, dan berpihak pada kepentingan terbaik bagi korban," tegasnya.
Kasus ini menjadi perhatian publik setelah kepolisian mengungkap dugaan kekerasan seksual terhadap seorang anak di Kabupaten Sampang, Jawa Timur, yang diduga melibatkan 27 laki-laki.
Baca Juga: Bom MAN 3 Padang: Bagaimana Bullying Bertahun-tahun dan Internet Ubah Pelajar Jadi Perakit Bom?
Hingga kini, Polres Sampang telah menetapkan dan menangkap 12 tersangka. Sementara itu, 15 terduga pelaku lainnya masih dalam pengejaran dan telah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Menteri PPPA Sentil Pemkab Sampang Usai Kasus 27 Predator Anak: Perkuat Gugus Tugas!
-
Tinggalkan Arsenal, Leandro Trossard Gabung Besiktas dengan Kontrak 3 Tahun
-
5 Parfum Wanita Terbaik untuk Acara Malam, Wanginya Elegan dan Memikat
-
90 Menit yang Mengungkap Identitas Asli Inggris dan Argentina
-
Bawa Kendaraan Pribadi pada Hari Rabu, ASN Jaksel Bakal Kena Teguran Lisan
-
3 HP Android dengan Fitur Dynamic Island ala iPhone, Mulai Rp2 Jutaan
-
Harga Pangan Hari Ini: Cabai hingga Daging Ayam Turun, Daging Sapi dan Minyak Kemasan Melonjak
-
Sindiran Menohok Lionel Messi untuk Haters: Ada yang Sedih Argentina ke Final Piala Dunia 2026
-
Sopir Main HP, Truk Molen Terjepit di Jembatan Matraman Sampai Ban Harus Dikempiskan
-
Chemical atau Physical? Ini Jenis Sunscreen Terbaik untuk Anak Menurut Dokter