Suara.com - Ketua Satgas Covid-19 PB IDI sekaligus Guru Besar Penyakit Dalam Universitas Indonesia, Prof. dr. Zubairi Djoerban, menyebut bahwa saat ini Indonesia tengah memasuki gelombang ketiga Covid-19 yang dipicu oleh varian omicron.
Dalam pemaparannya di webinar live ICMI TV, Jumat (4/2/2022), Prof. Zubairi mengatakan bahwa Indonesia sebenarnya sudah cukup berhasil mengendalikan kasus Covid-19 pada bulan Oktober hingga Desember tahun lalu.
Dikatakan Prof. Zubairi, saat itu, jumlah kasus baru sedikit, angka kematian amat kecil, dan positivity rate mingguan kurang dari 1 persen. Padahal, saat itu, negara-negara di sekitar kita, seperti Malaysia, Singapura, Filipina, dan Thailand, justru tengah mengalami lonjakan kasus baru yang lebih tinggi.
Dalam paparannya, Prof. Zubairi mencatat bahwa kasus harian di bulan Desember berkisar antara 100 hingga 300 kasus baru per harinya. Bahkan, pada 2 Januari 2022, kasus baru di Indonesia hanya 174.
Namun, kasus baru perlahan menaik, dimulai pada 11 Januari 2022 di mana tercatat 802 kasus, kemudian meroket pada 15 Januari 2022 menjadi 1.054 kasus. Dan kini, terbaru, kasus harian di Indonesia per 3 Februari 2022 tercatat sebanyak 27.197.
Klaster baru pun bermunculan, di antaranya di sekolah, kantor (KPK, DPR, pengadilan, media elektronik), perjalanan dalam negeri, dan perjalanan luar negeri.
Positivity rate mingguan juga semakin naik. Dipaparkan Prof. Zubairi, data pada 18 Januari 2022, positivity rate di Jakarta adalah 3,5 persen dan Indonesia 2,8 persen. Namun terbaru, pada 3 Februari 2022, positivity rate Jakarta meningkat menjadi 18,5 persen dan Indonesia 26,3 persen.
Data di atas semakin kuat menunjukkan bahwa Indonesia kini tengah memasuki gelombang ketiga Covid-19.
"Kenaikan jumlah kasus baru harian, positivity rate, keterisian rumah sakit, dan kemunculan klaster-klaster baru dalam waktu pendek, dan ini sudah mulai sejak 31 Januari 2022 lalu," kata Prof. Zubairi.
Baca Juga: SMPN 6 Ponorogo Diliburkan Setelah Banyak Siswa dan Gurunya Positif Terpapar Covid-19
Senada dengan Prof. Zubairi, ketua koordinasi bidang MPP ICMI, Prof Fachmi Idris, M.Kes., mengatakan bahwa gelombang ketiga Covid-19 di Indonesia adalah nyata dan dapat memberikan tekanan pada sistem kesehatan Indonesia.
Fachmi menyampaikan, "Memang benar saat ini tingkat keterisian RS masih rendah, namun harus diingat, karena omicron menyebar cepat, maka kasus akan sangat banyak, sehingga walau persentase yang terkena Covid-19 membutuhkan rumah sakit kecil, akhirnya secara kuantitas juga tetap tinggi."
Ditambahkan Fachmi, "Dikhawatirkan karena penularan di tingkat komunitas tinggi, banyak tenaga kesehatan tertular di rumah tinggal mereka, akibatnya tidak dapat bertugas karena harus isoman. Ini menambah tekanan kepada sistem kesehatan yang juga harus diantisipasi. Bukan hanya menghitung kesiapan tempat tidur semata."
Prof. Zubairi kemudian memberikan beberapa gejala Covid-19 varian omicron, di antaranya:
- batuk kering
- demam
- berkeringat di malam hari
- nyeri pada banyak bagian tubuh
- kelelahan
- tenggorokan gatal
- tidak batuk
- tidak kehilangan indera perasa dan penciuman
ICMI mendukung langkah-langkah pencegahan serta mitigasi yang dilakukan pemerintah dan masyarakat, dengan menyampaikan pandangan-pandangan sebagai berikut:
- Waspada terhadap Virus Omicron
- Membantu edukasi untuk vaksin dan booster.
- Tetap patuhi protokol kesehatan dengan menggunakan masker
- Melakukan aktifitas secara daring
- Menyiapkan kontingensi plan utk Menyiapkan rencana penanganan bila terjadi ledakan pandemi.
- Perketat karantina orang dari luar yang masuk ke Indonesia
- Perketat 3 T (Tracking, Testing dan Treatment).
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Pilihan HP RAM 16 GB Paling Murah, Penyimpanan Besar dan Performa Kencang
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Prabowo Bakal Copot Lagi Pejabat 'Telur Busuk', Hashim Djojohadikusumo: Semua Opsi di Atas Meja
- 35 Link Poster Ramadhan 2026 Simpel dan Menarik, Gratis Download!
- Kronologi Penembakan Pesawat Smart Air di Papua: Pilot dan Kopilot Gugur Usai Mendarat
Pilihan
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
-
Geger Taqy Malik Dituding Mark-up Harga Wakaf Alquran, Keuntungan Capai Miliaran
Terkini
-
Tak Hanya Indonesia, Nyamuk Wolbachia Cegah DBD juga Diterapkan di Negara ASEAN
-
Dokter Ungkap Pentingnya Urea Breath Test untuk Cegah Kanker Lambung
-
Self-Care Berkelas: Indonesia Punya Layanan Kesehatan Kelas Dunia yang Nyaman dan Personal
-
Lupakan Diet Ketat: Ini 6 Pilar Nutrisi Masa Depan yang Bikin Sehat Fisik dan Mental di 2026
-
Waspadai Jantung dan Stroke Tak Bergejala, Teknologi Presisi Jadi Kunci Penanganan Cepat
-
Waspadai Jantung dan Stroke Tak Bergejala, Teknologi Presisi Jadi Kunci Penanganan Cepat
-
Rahasia Puasa Tetap Kenyang Lebih Lama Tanpa Loyo, Ini Pendamping Sahur yang Tepat
-
Lantai Licin di Rumah, Ancaman Diam-Diam bagi Keselamatan Anak
-
Zero-Fluoroscopy, Solusi Minim Risiko Tangani Penyakit Jantung Bawaan Anak hingga Dewasa
-
Olahraga Saat Puasa? Ini Panduan Lengkap dari Ahli untuk Tetap Bugar Tanpa Mengganggu Ibadah