Suara.com - Seorang wanita melahirkan di pesawat ketika ia terbang dari Ghana ke daerah DC, Washington, menggunakan United Airlines Sabtu (30/1/2022) pekan lalu.
Beruntung, dalam penerbangan tersebut ada seorang dokter, perawat, dan pramugari yang dapat membantu persalinan tersebut.
Penumpang lain yang duduknya dekat dengan sang wanita yang tidak disebutkan identitasnya itu, Tiani Warren, mengatakan dia terbangun dari ketika mendengar suara rintihan dari belakang kursinya.
"Saya bangkit dari tempat duduk, dan melihat seseorang di lantai. Seorang perawat di dekatnya," jelas Warren, dilansir Insider.
Tak berapa lama kemudian, seorang dokter yang menjadi penumpang datang membantu dan memberi infus.
"Dia mengerang dan berteriak, tetapi separuh penumpang di pesawat tidak tahu apa yang sedang terjadi. Saya baru mulai mendoakannya saat ia mulai mengejan. Dia menangis. Sebelum kami menyadarinya, bayinya keluar," sambungnya.
Sang dokter, Stephen Ansah-Addo, mengatakan bahwa ia senang dapat membantu wanita yang melahirkan anak laki-laki itu.
"Inilah alasan mengapa saya memilih kedokteran, untuk membantu orang. Ini adalah seseorang yang benar-benar membutuhkan bantuan, karena tidak ada orang lain di sana," ujar Ansah-Addo.
Dalam pesawat tersebut juga ada seorang jurnalis, Nancy Adobea Anane, yang mengabadikan momen tersebut dan mengunggah videonya di Facebook.
Baca Juga: Pemuda Madura Berhasil Terbangkan Minatur Pesawat Garuda, Tuai Pujian Menteri BUMN: Keren Puol!
"Bayi laki-laki lahir dua jam sebelum mendarat," tulis Anane.
Dalam video tersebut, terdengar sang wanita mengucapkan banyak terima kasih kepada orang-orang yang membantunya.
"Terima kasih banyak untuk kru, dokter, dan perawat," ujarnya smabil memeluk buah hatinya.
Sang ibu yang melahirkan mengatakan jika bedasarkan hari perkiraan lahir (HPL), seharusnya ia melahirkan akhir Februari. Tapi ternyata kelahirannya datang lebih awal. Diketahui persalinan tersebut memakan waktu 6 jam.
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Presisi dan Personalisasi: Arah Baru Perawatan Kanker di Asia Tenggara
-
Lonjakan Kasus Kanker Global, Pencegahan dengan Bahan Alami Kian Dilirik
-
Cara Memilih dan Memakaikan Popok Dewasa untuk Cegah Iritasi pada Lansia
-
5 Fakta Keracunan MBG Cimahi: Pengelola Minta Maaf, Menu Ini Diduga Jadi Penyebab
-
4 Penjelasan Sains Puasa Membantu Tubuh Lebih Sehat: Autofagi, Insulin dan Kecerdasan
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia