Suara.com - Kanker paru-paru salah satu jenis kanker paling mematikan yang umumnya menyerang perokok aktif. Tapi, semua orang juga bisa menderita kanker paru-paru, termasuk perokok pasif.
Salah satu cara mengatasi kanker paru-paru adalah pengobatan medis yang cepat dan tepat. Karena itu, Anda perlu mewaspadai setiap perkembangan gejala kanker paru-paru.
Adapun gejala umum kanker paru-paru dilansir dari Express, termasuk:
- Sakit atau nyeri ketika bernapas atau batuk
- Batuk terus-menerus
- Kelelahan dan penurunan berat badan
- Batuk berdarah
- Sesak napas terus-menerus.
NHS menyarankan seseorang segara menemui dokter bila mengalami salah satu gejala kanker paru-paru tersebut.
Beberapa gejala kanker paru-paru yang kurang umum lainnya, termasuk gejala yang muncul pada tangan. Misalnya, perubahan pada jari tangan bisa menandakan kanker paru-paru.
Dalam hal ini, orang dengan kanker paru-paru mungkin memiliki ujung jari lebih melengkung atau lebih besar, yakni suatu kondisi yang dikenal sebagai jari clubbing.
Selanjutnya, orang yang menderita kanker paru-paru juga bisa menunjukkan gejala pada suara dan tenggorokannya.
Seseorang dapat mengalami disfagia, suatu kondisi di mana seseorang merasa sulit untuk menelan atau mereka mungkin mengalami rasa sakit saat menelan.
Selain kesulitan menelan, seseorang mungkin mengalami mengi, suara serak, pembengkakan pada wajah leher, nyeri dada atau bahu dan batuk yang bertahan sampai 3 minggu.
Baca Juga: Menyusui dan Vaksinasi Covid-19 pada Busui Akan Melindungi Bayi dari Infeksi Virus Corona
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia