Suara.com - Sebagai salah satu penyakit yang hingga saat ini masih sering ditemui di masyarakat, tipes wajib mendapat perhatian khusus. Penyakit tipes sendiri merupakan penyakit yang biasanya muncul dari pola hidup dan pola makan kurang sehat sehingga memicu terjadinya infeksi virus atau bakteri di saluran pencernaan.
Nah, dalam artikel singkat ini, akan disajikan apa saja penyebab, gejala, dan cara pengobatan penyakit tipes. Simak selengkapnya di bawah ini.
Penyebab tipes yang utama adalah masuknya bakteri Salmonella Typhi ke dalam bagian usus manusia. Bakteri jahat ini kemudian berkembang di saluran pencernaan sehingga mengganggu fungsi pencernaan tubuh manusia.
Pemicunya bisa jadi makanan atau minuman yang kurang bersih. Waspadai juga fasilitas umum dengan kebersihan buruk atau akses air bersih yang buruk.
Gejala yang Muncul saat Terserang Tipes
Setelah terinfeksi bakteri tersebut, biasanya akan memakan beberapa hari hingga gejalanya muncul. Untungnya, gejala penyakit tipes cukup jelas sehingga mudah dikenali dan bisa mendapat penanganan dengan cepat.
Serupa dengan penyakit lain, identifikasi dini dan penanganan cepat bisa mengurangi resiko buruk yang terjadi saat penyakit ini dibiarkan. Nah, beberapa gejala tipes yang paling sering muncul dan mudah dikenali adalah:
- Sakit kepala
- Mual, muntah, sakit perut, atau diare
- Lesu dan lemas sepanjang hari
- Mengalami demam yang terus meningkat suhunya, hingga mencapai 39 derajat Celcius atau 40 derajat Celcius.
Ketika gejala-gejala di atas muncul bersamaan, kemungkinan besar Anda atau orang yang mengalaminya telah benar-benar terinfeksi bakteri tersebut dan mengalami tipes. Sangat direkomendasikan untuk segera mendatangi dokter sehingga bisa ditangai secara profesional secepatnya.
Baca Juga: Catat, Inilah Olahraga yang Aman Bagi Penderita Penyakit Jantung!
Pengobatan Penyakit Tipes
Secara umum, penanganan dan pengobatan tipes sendiri dilakukan di rumah sakit oleh dokter. Pemberian antibiotik akan dilakukan, sesuai dengan derajat keparahan penyakit tersebut. Jadi, cara terbaik intinya adalah mendatangi dokter dan menjalani pengobatan di rumah sakit.
Banyak sekali hal yang bisa dilakukan untuk mencegah dan meminimalisir risiko terjangkitnya penyakit ini. Langkah paling sederhana adalah vaksinasi dan menjaga kebersihan serta pola hidup sehat.
Itu tadi sedikit pengetahuan dasar terkait dengan penyakit tipes. Semoga bisa jadi informasi yang berguna. Selamat beraktivitas, dan senantiasa terapkan pola hidup sehat setiap waktu guna menghindari resiko penyakit dan infeksi virus!
Kontributor : I Made Rendika Ardian
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- Sunscreen Apa yang Bikin Glowing? Ini 7 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
Pilihan
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
-
Prabowo: Hukum Tak Boleh Dipakai untuk Balas Dendam Politik
Terkini
-
Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak
-
Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini
-
Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes
-
Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol
-
Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu
-
Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat
-
Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak
-
Hidrasi Bukan Sekadar Hilangkan Haus, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh
-
Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C
-
Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma