Suara.com - Pada saat memasuki masa kehamilan, seringkali perempuan mengalami back pain alias nyeri punggung.Kondisi nyeri punggung yang dialaminya, dapat mengakibatkan perempuan sulit menjalani aktivitas, bahkan terganggu.
Mereka kerap tidak bisa melakukan aktivitas sehari-hari mulai dari bekerja hingga mengurus keperluan rumah tangga. Rasa nyeri di punggung pada perempuan hamil tersebut, berpotensi mengurangi kualitas hidupnya.
Di samping itu, nyeri punggung tidak hanya terjadi pada saat hamil, mereka masih kerap merasakannya setelah hamil. Lalu, apa penyebabnya? Mengenai hal tersebut telah disampaikan oleh Dokter Spesialis Ortopedi dan Traumatologi dr. Gatot Ibrahim, SpOT (K) Spine, dalam acara Webinar Kesehatan: Back Pain Pada Kehamilan, Minggu (13/2/2022).
Sudah Memiliki Masalah Nyeri Punggung Sebelum Hamil
Menurut dr. Gatot, perempuan yang sedang hamil bisa jadi sudah memiliki nyeri punggung sebelumnya, pada saat memasuki usia kehamilan. Misalnya, pernah mengalami trauma tulang belakang, juga penekanan pada saraf tulang belakang.
Tentu pada saat memasuki kehamilan dengan nyeri punggung sebelumnya, perempuan mulai mengalami perubahan pada tubuh, sehingga rasa nyeri semakin menjadi.
“Jadi sebelum hamil, ibu-ibu sudah mengalami masalah ini tetapi diabaikan,” ungkap dr. Gatot.
Faktor Penambahan Berat Badan
Fakta lain mengungkap, perempuan hamil yang merasakan nyeri punggung disebabkan karena penambahan berat badannya. Bahkan, kenaikan berat badan tersebut mulai dari 12-15 kg.
Baca Juga: 5 Potret Kakak Adik Artis Hamil Bareng, Ada Nikita Willy Hingga Dinda Hauw
Selain itu, penambahan berat badan ini terjadi saat berat bayi dan rahim sedang tumbuh, sehingga ini memberikan tekanan pada tulang belakang.
“Karena berat badannya bertambah, itu mengakibatkan nyeri punggung,” ungkapnya lebih lanjut.
Perubahan Hormon
Perubahan hormon juga menjadi faktor terjadinya rasa nyeri bagian punggung. Saat perempuan mulai hamil, muncul hormon yang disebut relaksin. Hormon ini sebenarnya untuk relaksasi di daerah panggul, di mana ini sebagai proses persiapan persalinan.
“Di sisi lain, hormon ini juga menyebabkan ligamen penopang tulang belakang mengendur. Jadi ini menyebabkan instabilitas,” lanjut dr. Gatot.
“Jadi salah satu penyebab nyeri tulang belakang saat kehamilan, itu karena instabilitas tulang belakang itu sendiri,” pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil Hybrid Paling Murah dan Irit, Cocok untuk Pemula
- 7 HP Terbaru di 2026 Spek Premium, Performa Flagship Mulai Rp3 Jutaan
- Bedak Apa yang Bikin Muka Glowing? Ini 7 Rekomendasi Andalannya
- 7 Sepatu Running Adidas dengan Sol Paling Empuk dan Stabil untuk Pelari
- Pendidikan dan Karier Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto yang Meninggal Dunia
Pilihan
-
Ucap Sumpah di atas Alkitab, Keponakan Prabowo Sah Jabat Deputi Gubernur BI
-
Liburan Keluarga Berakhir Pilu, Bocah Indonesia Ditabrak Mati di Singapura
-
Viral Oknum Paspampres Diduga Aniaya Driver Ojol di Jakbar, Dipicu Salah Titik dan Kata 'Monyet'
-
Hasil Rapat DPR: Pasien PBI BPJS Tetap Dilayani, Pemerintah Tanggung Biaya Selama 3 Bulan
-
OJK Bongkar Skandal Manipulasi Saham, PIPA dan REAL Dijatuhi Sanksi Berat
Terkini
-
Direkomendasikan Para Dokter, Ini Kandungan Jamtens Tangani Hipertensi dan Kolesterol
-
Perubahan Iklim Bikin Nyamuk DBD Makin Ganas, Dokter: Kini Bisa Berulang 2 Tahunan
-
Mengenal Ultra Low Contrast PCI, Pendekatan Tindakan Jantung yang Lebih Ramah Ginjal
-
Bukan Sekadar Timbangan: Mengapa Obesitas Resmi Jadi Penyakit Kronis di 2026?
-
Bayi Sering Gumoh? Umumnya Normal, Tapi Wajib Kenali Tanda Bahaya GERD
-
Melawan Angka Kematian Kanker yang Tinggi: Solusi Lokal untuk Akses Terapi yang Merata
-
Atasi Batuk Ringan hingga Napas Tidak Nyaman, Pendekatan Nutrisi Alami Kian Dipilih
-
Jangan Abaikan Kelainan Refraksi, Deteksi Dini Menentukan Masa Depan Generasi
-
Toko Sociolla Pertama di Sorong, Lengkapi Kebutuhan Kecantikan di Indonesia Timur
-
Awali 2026, Lilla Perkuat Peran sebagai Trusted Mom's Companion