Suara.com - Infeksi Covid-19 telah sejak lama diketahui berpengaruh terhadap alat reproduksi, termasuk pada laki-laki. Bahkan, varian omicron yang kini mendominasi dapat memicu gejala mengejutkan pada penis dan alat vital lelaki.
Beberapa gejala omicron yang tercatat mulai dari penyusutan penis dan juga disfungsi ereksi. Meski sebagian besar hanya bersifat sementara.
Lantas, apa saja gejala omicron yang mempengaruhi alat vital lelaki? Dilansir dair The Sun, berikut ini rangkumannya.
1. Kerusakan pembuluh darah dan pembekuan darah
Para peneliti di Miami mengatakan bahwa “Covid-19 dapat menyebabkan disfungsi endotel yang meluas pada sistem organ di luar paru-paru dan ginjal termasuk penis”.
Program Urologi Reproduksi Sekolah Miller menemukan virus itu ada di jaringan penis dua lelaki yang selamat dari Covid-19, dan sejak itu memiliki masalah ereksi, tetapi tidak dalam sampel dua lelaki sehat.
Pembekuan darah telah menyebabkan stroke fatal, gagal paru-paru, serangan jantung dan pembatasan umum aliran darah ke organ vital. Di penis, itu bisa menyebabkan rasa sakit yang menyiksa, seperti yang dijelaskan oleh dokter Iran pada lelaki berusia 41 tahun.
2. Ereksi tahan lama
Meskipun "ereksi tahan lama" mungkin terdengar ideal untuk lelaki yang ingin bertahan lebih lama di kamar tidur, efek samping ini jauh dari menguntungkan.
Baca Juga: Catat! Studi Ungkap 13 Gejala Omicron pada Orang yang Telah Divaksin Covid-19 Lengkap
Petugas medis telah melaporkan kasus lelaki yang ereksinya berlangsung berjam-jam atau bahkan berhari-hari. Ereksi yang terus-menerus, secara medis disebut priapisme, dapat menyebabkan kematian jaringan, kerusakan permanen, atau disfungsi ereksi.
Biasanya diobati dengan suntikan ke penis, menggunakan jarum atau sayatan kecil untuk mengalirkan darah dari ruang ereksi, atau dengan mengoleskan es. Petugas medis pertama kali melaporkan priapisme terkait Covid pada seorang lelaki berusia 69 tahun di Ohio, AS, yang kemudian meninggal karena virus tersebut.
3. Disfungsi ereksi
Sejak awal pandemi, dokter mulai memperingatkan bahwa Covid bisa menyebabkan disfungsi ereksi pada lelaki. Kondisi tersebut dapat diimbangi dengan sejumlah besar masalah, sehingga bisa jadi ada hal lain di balik impotensi lelaki.
Tetapi mengingat penyakit pembuluh darah lainnya, seperti penyakit arteri koroner, tekanan darah tinggi, dan diabetes, dapat menyebabkan disfungsi ereksi, tidak mengherankan bahwa Covid mungkin terjadi. Dr Ryan Berglund, ahli urologi di Klinik Cleveland di Ohio, mengatakan kepada LA Times bahwa dia telah menemui pasien untuk masalah ini.
"Pembuluh darah itu sendiri yang dapat meradang... dapat menyebabkan fenomena obstruktif dan berdampak negatif pada kemampuan ereksi."
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- Sunscreen Apa yang Bikin Glowing? Ini 7 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
Pilihan
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
-
Prabowo: Hukum Tak Boleh Dipakai untuk Balas Dendam Politik
Terkini
-
Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak
-
Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini
-
Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes
-
Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol
-
Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu
-
Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat
-
Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak
-
Hidrasi Bukan Sekadar Hilangkan Haus, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh
-
Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C
-
Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma