Suara.com - Sejak kemunculan Covid-19 pada akhir 2019, hingga kini virus corona SARS Cov-2 itu terus melakukan mutasi.
Sejauh ini, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mendaftarkan lima varian mengkhawatirkan atau varian of concern (VOC) dari virus corona. Yakni, Alpha, Beta, Gamma, Delta, dan Omicron. Varian itu dipastikan lebih agresif dibandingkan varian lainnya.
Omicron menjadi jenis mutasi virus yang dominan saat ini dan jadi penyebab lonjakan kasus terjadi di banyak negara, termasuk Indonesia.
Sesuai data yang dikeluarkan oleh lembaga kesehatan nasional, gejala umum Covid-19 berupa demam, batuk, sesak napas, kelelahan, nyeri otot, sakit kepala, kehilangan rasa atau bau, sakit tenggorokan, mual atau muntah, hingga diare.
Gejala Covid-19 pada setiap orang bisa berbeda-beda, tergantung dari cara kekebalan tubuh bereaksi terhadap infeksi virus.
Tetapi, ada sejumlah gejala khas dari infeksi virus corona VOC. Dikutip dari Times of India, berikut perbedaan gejala pada setiap virus corona VOC.
1. Gejala infeksi varian Alpha
Varian alfa menjadi yang pertama terdaftar sebagai virus corona VOC. Pertama kali ditemukan di Inggris pada September 2020.
Menurut laporan oleh Imperial College London, gejala umum yang diamati selama infeksi varian alfa adalah kedinginan, kehilangan nafsu makan, sakit kepala, dan nyeri otot.
2. Gejala infeksi varian Beta
Varian Beta ditemukan di Afrika Selatan pada Mei 2020. Laporan Telegraph Juli 2021 mengatakan bahwa tidak ada indikasi bahwa gejala varian beta berbeda dengan varian Covid-19 lainnya.
Beta diyakini lebih menular daripada virus asli Wuhan, tetapi tidak dianggap menyebabkan penyakit yang lebih parah. Varian itu sempat menyebabkan gelombang kedua infeksi di Afrika Selatan.
3. Gejala varian Delta
Varian Delta disebut mendatangkan malapetaka di seluruh dunia, termasuk India selama gelombang kedua pada pertengahan 2021. Varian B.1.617.2 itu ditemukan di India pada Oktober 2020.
Komplikasi paling parah yang diamati dengan varian ini berupa penurunan kadar oksigen. Kehilangan indera penciuman dan perasa juga sangat terlihat pada orang yang terinfeksi varian Delta.
Berita Terkait
-
WFH demi Hemat BBM: Solusi Visioner atau Sekadar Geser Beban ke Rakyat?
-
Pemerintah Siapkan Skenario dari era Covid-19 Hadapi Krisis Energi Akibat Konflik Timur Tengah
-
Jerinx SID Kembali Singgung Konspirasi COVID-19, Ungkit Aksi Demo Tolak Rapid Tes Tahun 2020
-
Epstein Files Singgung Simulasi Pandemi Sebelum COVID-19, Nama Bill Gates Terseret
-
Merasa Tervalidasi oleh Epstein Files, Jerinx SID: Kini Kebenaran Makin Menyala
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- 5 HP Infinix Kamera Bagus dan RAM Besar, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- 5 HP Samsung Kamera Bagus dan RAM Besar, Pas buat Multitasking
Pilihan
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
Terkini
-
Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak
-
Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat
-
Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan
-
Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan
-
96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan
-
Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak
-
Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan
-
Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari
-
Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit
-
Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya