Suara.com - Jerawat merupakan permasalahan kulit umum yang memengaruhi hampir 10% dari populasi di dunia. Ada banyak faktor penyebab jerawat, salah satunya makanan seperti telur.
Telur merupakan sumber protein dan nutrisi lain yang bagus untuk kesehatan, dengan rendah kalori. Namun, telur juga mengandung 'bahan' yang dapat menyebabkan jerawat.
Menurut laman Clear Stem Skincare, berikut kandungan telur yang dapat memicu munculnya jerawat:
1. Albumin
Albumin merupakan protein pada putih telur, yang sangat sulit dicerna. Protein yang tidak dapat dipecah dengan benar akan menyumbat sistem limfatik.
Tanda-tandanya adalah peradangan di bagian tengah wajah, mulai di dekat area lubang hidung, lalu ke pipi hingga dagu. Itu adalah jalur limfatik uatama di wajah.
Jika telur dimakan setiap hari, pola peradangan dapat menyebar ke bagian bawah leher (dekat kelenjar getah bening) atau area limfatik lainnya, yakni di pelipis.
2. Progesteron, hormon pemicu jerawat
Sebutir telur penuh dengan progesteron yang merupakan salah satu hormon pemicu jerawat bagi banyak orang. Tubuh secara alami memproduksi progesteron, jadi mengonsumsi hormon ekstra secara teratur dapat mengganggunya.
Baca Juga: 4 Manfaat Minyak Zaitun untuk Kulit Wajah, Bisa Mengurangi Jerawat
Jadi, tingkat progesteron yang begitu tinggi bisa menjadi masalah bagi sebagian besar penderita jerawat.
3. Biotin
Telur diduga berkontribusi terhadap jerawat karena mengandung biotin. Satu butir telur telah memenuhi 20% hingga 30% biotin dari tunjangan asupan yang direkomendasikan.
Tapi sebenarnya kadar tersebut belum cukup untuk berdampak pada jerawat.
Suplemen biotin memiliki kadar yang lebih tinggi, bahkan hingga 20.000% dari rekomendasi asupan. Jumlah yang tinggi ini akan merangsang protein keratin secara berlebihan.
Produksi keratin berlebih merupakan salah satu penyebab jerawat. Jadi, mengonsumsi makanan yang mengandung biotin ketika sudah mendapat asupan biotin dalam kadar tinggi justru akan menambah masalah.
Tetapi, setiap orang memiliki tingkat serta jenis peradangan yang berbeda. Jadi, mengenal bagaimana tubuh bereaksi terhadap asupan apa pun adalah kunci mencegah timbulnya peradangan, yang dalam hal ini adalah jerawat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
Pilihan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
Terkini
-
Bukan Sekadar Kenyang, Ahli Gizi Ingatkan Pentingnya Nutrisi Seimbang untuk Menjaga Kualitas Hidup
-
Waspada! Ini Tanda Kelebihan Vitamin B6, dari Kesemutan hingga Kerusakan Saraf
-
Fakta Kanker Payudara yang Jarang Dibahas: Harapan Baru dan Pentingnya Skrining
-
Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem
-
Cara Memilih Susu Formula, Ini 5 Kriteria yang Perlu Diperhatikan Orang Tua
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Ribuan Bayi Lahir dengan Talasemia Tiap Tahun, Skrining Dini Semakin Mendesak
-
Ritme Sirkadian dan Usus Saling Terhubung, Begadang Bisa Ganggu Pencernaan
-
Teknologi PET-CT hingga CAR T-Cell Therapy Ubah Lanskap Pengobatan Kanker Modern
-
Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian