Suara.com - Banyaknya mutasi yang dibawa varian Omicron menimbulkan kekhawatiran tentang efektivitas obat antivirus dan perawatan antibodi.
Sebuah penelitian laboratorium baru menemukan bahwa sebagian besar perawatan antibodi kurang efektif terhadap varian Omicron dibandingkan dengan varian sebelumnya. Hasil ini mendukung penelitian sebelumnya yang mencapai kesimpulan serupa.
Khususnya, tiga obat antivirus, yang semuanya telah disahkan oleh Food and Drug Administration (FDA), mempertahankan efektivitasnya terhadap Omicron. Hasil penelitian ini muncul sebagai korespondensi dalam The New England Journal of Medicine.
Perawatan antibodi monoklonal
Dilansir dari Medical News Today, antibodi monoklonal disintesis di laboratorium dan meniru antibodi yang dibuat oleh sistem kekebalan. Mirip dengan antibodi yang diproduksi oleh sistem kekebalan, antibodi monoklonal mengikat virus dan mencegahnya menginfeksi sel manusia.
Perawatan antibodi monoklonal selama tahap awal infeksi SARS-CoV-2 dapat secara signifikan mengurangi risiko rawat inap dan kematian dan telah menjadi alat yang sangat berharga dalam pengobatan orang yang berisiko tinggi Covid-19.
Antibodi monoklonal untuk pengobatan Covid-19 cenderung menargetkan protein lonjakan SARS-CoV-2, yang memainkan peran penting dalam memediasi masuknya virus ke dalam sel manusia.
Mutasi pada gen yang mengkode protein spike dapat menyebabkan perubahan struktur protein. Mutasi semacam itu selanjutnya dapat mengubah kemampuan antibodi monoklonal untuk mengikat protein lonjakan dan menetralisir virus.
Varian Omicron memiliki setidaknya 33 mutasi pada protein spike. Untuk alasan ini, para ilmuwan khawatir tentang apakah perawatan antibodi akan mempertahankan kemanjurannya terhadap varian baru.
Baca Juga: Sakit perut Biasa atau Akibat Virus Corona Covid-19, Ini Bedanya!
Untuk menilai efektivitas antibodi monoklonal terhadap Omicron, para ilmuwan menggunakan uji laboratorium untuk membandingkan kemampuan berbagai perawatan antibodi untuk menetralkan Omicron dan varian SARS-CoV-2 sebelumnya. Lantas obat omicron apa yang efektif?
Efektivitas antibodi monoklonal
Para peneliti mengevaluasi seberapa baik virus hidup menginfeksi sel kultur laboratorium dengan adanya antibodi monoklonal tertentu.
Mereka menilai kemampuan menetralkan tujuh antibodi monoklonal yang berbeda terhadap varian Alpha, Beta, Gamma, Delta, dan Omicron.
Untuk setiap antibodi monoklonal, para peneliti menentukan konsentrasi antibodi yang diperlukan untuk mengurangi kemampuan varian tertentu untuk menginfeksi sel hingga setengahnya.
Meskipun sebagian besar antibodi efektif melawan varian sebelumnya, semua antibodi monoklonal yang diuji dalam penelitian ini menunjukkan penurunan kemampuan untuk menetralkan Omicron.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
- PERANG DIMULAI: Amerika dan Israel Serang Ibu Kota Iran
- 4 Seri MacBook yang Harganya Terjun Bebas di Awal 2026, Mulai Rp8 Jutaan
- Terpopuler: 5 HP Samsung RAM 8 GB Termurah, Sinyal Xiaomi 17T Series Masuk Indonesia
Pilihan
-
Ahok Adu Mulut dengan Pengacara Kasus LNG, Hakim Sampai Harus Turun Tangan
-
Kabar Duka, Wakil Presiden ke-6 RI Try Sutrisno Meninggal Dunia di RSPAD Pagi Ini
-
Terungkap! Begini Cara CIA Melacak dan Mengetahui Posisi Ayatollah Ali Khamenei
-
Iran Klaim Hantam Kapal Induk USS Abraham Lincoln Pakai 4 Rudal, 3 Tentara AS Tewas
-
BREAKING: Mantan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad Dilaporkan Tewas dalam Serangan Israel
Terkini
-
Tips Memilih Klinik Tulang Terpercaya untuk Terapi Skoliosis Non-Operasi
-
Presisi dan Personalisasi: Arah Baru Perawatan Kanker di Asia Tenggara
-
Lonjakan Kasus Kanker Global, Pencegahan dengan Bahan Alami Kian Dilirik
-
Cara Memilih dan Memakaikan Popok Dewasa untuk Cegah Iritasi pada Lansia
-
5 Fakta Keracunan MBG Cimahi: Pengelola Minta Maaf, Menu Ini Diduga Jadi Penyebab
-
4 Penjelasan Sains Puasa Membantu Tubuh Lebih Sehat: Autofagi, Insulin dan Kecerdasan
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?