Suara.com - Kebanyakan wanita berpikir bahwa tanda-tanda menstruasi adalah kram perut. Kram perut jelang menstruasi ini terasa sangat menyiksa.
Tapi, ada banyak tanda-tanda menstruasi lainnya yang sering tak disadari, mulai dari migrain hingga payudara terasa sakit.
Berikut ini dilansir dari Daily Star, 6 tanda-tanda menstruasi lainnya yang tidak boleh diabaikan.
1. Migrain
Banyak wanita menderita migrain parah menjelang menstruasi dan rasa sakitnya bisa lebih buruk daripada kram perut.
Migrain bisa terjadi karena berhubungan dengan hormon yang mengatur siklus menstruasi, yakni estrogen dan progesteron. Migrain ini bisa berlangsung 2 hari sebelum periode menstruasi dan 3 hari setelahnya.
2. Buang air besar yang tidak biasa
Pergerakan usus juga bisa berubah selama periode menstruasi. Selama beberapa hari pertama menstruasi, tubuh Anda melepaskan zat kimia prostaglandin yang membuat rahim berkontraksi.
Tapi, terkadang prostaglandin terkadang menyimpang ke usus sehingga menyebabkan kontraksi. Mira Kaga, seorang dokter penyakit dalam, mengatakan lonjakan prostaglandin dapat menyebabkan diare dan peningkatan buang air besar.
Baca Juga: Selain Menstruasi Terlambat, Ketahui 7 Tanda Kehamilan yang Tidak Biasa
3. Mengidam gula
Dr Deb Laino, terapis seks berlisensi di Delaware, mengatakan kadar serotonin cenderung berkurang sebelum dimulainya menstruasi. Sedangkan, kortisol (hormon yang dilepaskan saat Anda stres) meningkat.
Jelang atau selama menstruasi, Anda mungkin lebih sering mengonsumsi makanan manis. Makanan manis dan berlemak memang cenderung meningkatkan serotonin.
4. Payudara sakit dan terasa lebih besar
Ginekolog Alexa Dweck mengatakan pembengkakan payudara terkadang bisa terjadi selama satu minggu penuh. Bukan hal yang aneh bila Anda merasa ukuran payudara membesar, karena meningkatnya kadar progesteron.
5. Berat badan bertambah
Lonjakan hormon progesteron juga dapat terjadi selama periode menstruasi. Bagi kebanyakan wanita, fluktuasi akan hilang dalam beberapa hari setelah menstruasi dimulai.
6. Kesulitan olahraga
Meskipun beberapa wanita merasa olahraga bisa membantu memperlancar menstruasi, tapi ada pula yang merasa kesulitan olahraga.
Kadar progesteron yang sedang tinggi membuat banyak wanita kehabisan napas lebih cepat dan kelelahan. Karena itu, dokter biasanya menyarankan olahraga yang lebih ringan dan cukup sebentar saja.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
Pilihan
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
Terkini
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga
-
Susu Kambing Etawa Indonesia Tembus Pameran Internasional: Etawanesia Unjuk Gigi di Expo Taiwan
-
Penanganan Penyintas Kanker Lansia Kini Fokus pada Kualitas Hidup, Bukan Sekadar Usia Panjang
-
Ini Rahasia Tubuh Tetap Bugar dan Kuat Menjalani Ramadan Optimal Tanpa Keluhan Tulang dan Sendi
-
Anak Sekolah Jadi Kelompok Rentan, Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue Diperluas di Palembang
-
Cuma Pakai Dua Jari, Dokter Ungkap Cara Deteksi Sakit Jantung dari Raba Nadi