Suara.com - Pasangan Aurel Hermansyah - Atta Halilintar baru saja mengumumkan golongan darah putri pertamanya yang disebut Baby A.
Dalam video yang berjudul 'Hari Terakhir di Rumah Sakit Atta Aurel Baby A Siap Pulang!!!', tampak putri kecil mereka baru saja menjalani pemeriksaan laboratorium untuk mengetahui data kesehatannya, termasuk golongan darah.
"Hasil lab-nya normal, golongan darahnya O positif," ujar dokter yang merawat Aurel Hermansyah dan Baby A.
Mendengar hal tersebut, Atta Halilintar dan Krisdayanti terlihat bahagia. Pasalnya, golongan darah O Baby A sama dengan sang ayah dan nenek.
"Strong, strong, strong!” ungkap Krisdayanti dengan ekspresi bahagia.
Atta Halilintar pun lantas meminta maaf kepada sang istri dikarenakan Aurel Hermansyah diketahui memiliki golongan darah B.
Diva yang akrab disapa KD ini pun bertanya kepada dokter mengenai golongan O+ yang dimiliki oleh sang cucu, karena merasa khawatir takut sesuatu terjadi pada sang cucu.
Dokter menjelaskan, meskipun golongan darah Aurel Hermansyah dan Baby A berbeda, menurutnya hal tersebut dapat mengurangi risiko kuning yang dapat terjadi pada buah hati mereka.
"Kalau itu baik (golongan darah), kalau ibunya yang O+ bayinya yang A atau B memang risikonya pada bayi bisa kuning," kata dokter.
Baca Juga: 5 Kepribadian Pemilik Golongan Darah O, Seperti Baby A Atta Halilintar dan Aurel Hermansyah
Mendengar hal itu, Atta Halilintar, Krisdayanti, dan Ashanty yang berada dalam kamar rawat mengucap syukur. YouTuber 11 bersaudara itu pun langsung menggendong Baby A dengan penuh kasih sayang
“Abis kemarin disuntik, ternyata golongan darahnya O gais, sama kayak papanya, biasanya kalau O itu kuat,” kata Atta Halilintar.
Dilansir Brightside, tipe O+ adalah golongan darah yang paling umum yang menyumbang 37% — 53% orang dalam kelompok etnis dan ras yang berbeda.
Pemilik golongan darah O juga memiliki keistimewaan, lho. Ingin tahu apa saja? Berikut fakta menarik tentang hal tersebut yang bisa kamu ketahui.
1. Orang dengan Golongan darah O adalah pendonor universal
Orang dengan golongan darah O+ dapat mendonorkan darahnya ke semua tipe golongan darah, tetapi hanya untuk orang dengan subkelompok RH positif (O+, A+, B+, AB+).
Sedanhkan sel darah merah tipe O dapat ditransfusikan ke 8 subkelompok, yang menjadikannya golongan darah universal yang selalu dibutuhkan untuk transfusi darurat.
Terlebih lagi, golongan darah O adalah yang paling aman untuk bayi baru lahir yang sistem kekebalannya belum berkembang.
2. Orang dengan golongan darah O hanya dapat menerima golongan darah O
Orang dengan golongan darah O+ dapat menerima darah dari orang yang bergolongan darah O+ dan O, sedangkan mereka yang bergolongan darah O hanya dapat menerima golongan darah O yang sama.
Dalam keadaan darurat ketika darah tipe O kekurangan persediaan, dapat diganti dengan darah tipe O+.
3. Risiko Kesehatan
Menurut para ilmuwan, ada beberapa cara di mana biokimia darah menentukan kesehatan kita.
Meskipun pengaruh golongan darah terhadap kesehatan kita masih dalam penelitian, ada teori-teori tertentu tentang risiko dan manfaat kesehatan bagi orang-orang dengan golongan darah yang berbeda.
Secara khusus, orang dengan golongan darah O dapat lebih rentan terhadap beberapa infeksi bakteri dan virus daripada golongan darah lain, termasuk yang parah seperti wabah, kolera, gondok, dan TBC.
4. Manfaat kesehatan
Orang dengan golongan darah O memiliki risiko paling rendah terkena penyakit jantung koroner dibandingkan dengan orang dengan golongan darah A, B, dan AB.
Studi menunjukkan bahwa orang dengan golongan darah non-O memiliki risiko 25% lebih tinggi terkena kanker pankreas dibandingkan orang dengan golongan darah O.
Terlebih lagi, orang dengan golongan darah O memiliki risiko lebih rendah terkena penyakit peredaran darah dan gangguan kognitif. Namun, menjaga gaya hidup sehat dan mengelola faktor risiko kesehatan sangat penting untuk menghindari penyakit, apapun golongan darah yang Anda miliki.
5. Golongan darah O dan diet
Kamu mungkin pernah mendengar tentang apa yang disebut "diet golongan darah" yang mengklaim bahwa mengonsumsi produk tertentu yang cocok dengan golongan darahmu akan membantumu tetap bugar dan sehat.
Terlepas dari popularitasnya yang besar, diet golongan darah tidak memiliki bukti ilmiah dan tidak diakui secara universal.
Ahli gizi menyarankan bahwa lebih baik mengikuti diet yang dipersonalisasi dengan mempertimbangkan kondisi kesehatan pribadimu daripada diet yang terkait dengan golongan darahmu .
Berita Terkait
Terpopuler
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- 7 HP Samsung Terbaik untuk Orang Tua: Layar Besar, Baterai Awet
- 30 Link Twibbon Idul Fitri 2026 Simpel Elegan, Cocok Dibagikan ke Grup Kantor dan Rekan Kerja
Pilihan
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
Terkini
-
Pentingnya Edukasi Menstruasi untuk Remaja Perempuan, Kunci Sehat dan Percaya Diri Sejak Dini
-
Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi
-
Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!
-
Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?
-
Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung
-
Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman
-
Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi
-
Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga
-
Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan
-
Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal