Suara.com - Update Covid-19 global hari ini menunjukan semakin banyak negara yang gencar memberikan vaksinasi Covid-19 pada anak karena merebaknya varian Omicron, termasuk vaksinasi anak usia 5 hingga 11 tahun yang mulai dilakukan di Amerika Serikat (AS).
Seperti diketahui, menurut data Worldometers, Senin (19/2/2022), terdapat 63,6 juta kasus aktif atau jumlah orang di dunia yang masih bisa menularkan Covid-19 ke orang lain.
Total sudah 435 juta orang sudah terinfeksi Covid-19, dan kematian dunia totalnya berjumlah 5,9 juta orang sejak awal pandemi.
Mengutip Channel News Asia, pada Jumat 25 Februari 2022, AS resmi mengizinkan vaksin Pfizer diberikan pada anak usia 5 hingga 11 tahun, sehingga 28 juta anak bisa segera diimunisasi.
Keputusan ini diambil setelah para pakar medis tingkat tinggi menasihati pemerintah untuk segera memberikan suntikan vaksin kepada anak-anak. Apalagi manfaat yang didapatkan lebih besar daripada efek sampingnya.
"Sebagai seorang ibu dan dokter, saya tahu bahwa orangtua, pengasuh, staf sekolah, dan anak-anak telah menunggu izin ini," ujar Kepala BPOM AS, Janet Woodcock dalam keterangannya.
Di sisi lain, Pfizer dan BioNTech memastikan pemerintah AS sudah membeli lebih dari 50 juta dosis untuk melindungi anak-anak, termasuk anak yang berusia di bawah 5 tahun.
Di sisi lain, dalam uji klinis yang melibatkan lebih dari 2.000 peserta, ditemukan lebih dari 90 persen vaksin Pfizer ampuh mencegah gejala (simtomatik) penyakit Covid-19.
Keamanan vaksin juga sudah dilihat terhadap lebih dari 3.000 anak, dan tidak ada efek samping serius yang terdeteksi dalam penelitian yang sedang berlangsung.
Baca Juga: Vaksin Pfizer untuk Balita Tak Ampuh Lawan Omicron, AS Tunda Vaksinasi
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP 5G Terbaru Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Jempolan
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- Banyak Banget, Intip Hampers Tedak Siten Anak Erika Carlina
- Proyek 3 Triliun Dimulai: Makassar Bakal Kebanjiran 200 Ton Sampah dari Maros dan Gowa Setiap Hari
- Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
Pilihan
-
Jusuf Kalla Mau Laporkan Rismon Sianipar ke Polisi! Ini Masalahnya
-
Di Balik Lahan Hindoli, Seperti Apa Perkebunan yang Jadi Lokasi 11 Sumur Minyak Ilegal?
-
Traumatik Mendalam Jemaat POUK Tesalonika Tangerang: Kebebasan Beribadah Belum Terjamin?
-
'Ayah, Ayah!' Tangis Histeris Keluarga Pecah saat Jenazah 3 Prajurit TNI Gugur Tiba di Tanah Air
-
Tragedi Gas Maut di TB Simatupang: 4 Nyawa Melayang dalam Toren, Proyek 8 Lantai Kini Senyap
Terkini
-
17.500 Paket Gizi untuk Masa Depan: Langkah Konkret Melawan Stunting di Bekasi
-
Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran
-
Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit
-
Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata
-
Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia
-
Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien
-
Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia
-
Apakah Alat Traksi Leher Aman? Ini Penjelasan Medis dan Cara Menggunakannya
-
Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya
-
Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin