Suara.com - Varian Omicron menyebabkan masalah di sebagian negara, karena selain mudah menular, risiko kematian juga meningkat.
Menteri Kesehatan Malaysia Khairy Jamaluddin mengatakan salah satu kemungkinan penyebabnya adalah 91 persen orang yang meninggal akibat Covid-19 tidak menyadari kalau mereka terinfeksi virus corona SARS Cov-2.
Dalam konferensi pers, Kamis (3/3), Khairy mengungkapkan temuan itu berdasarkan analisis 113 kasus meninggal pada 5-21 Februari 2022.
Malaysia kini berlakukan aturan kalau kasus kematian Covid-19 harus dilaporkan ke Kementerian Kesehatan dalam waktu 72 jam, kata Khairy. Mulai 1 Maret, tambahnya, angka harian akan mencerminkan jumlah laporan kematian yang diterima dalam 72 jam terakhir.
Kemudian laporan akan diunggah ke situs web COVIDNOW Malaysia yang menunjukkan statistik nasional di negara tersebut selama pandemi.
Sebelumnya, laporan kematian hanya diumumkan setelah proses pendaftaran selesai di tingkat negara bagian. Cara tersebut dinilai bisa memakan waktu cukup lama.
“Dengan demikian, ada beberapa kasus yang tertunda sebelum diumumkan. Makanya (ada) backlok, saya sudah perintahkan (ini) dihentikan,” ujar Khairi, dikutip dari Channel News Asia.
Menteri mencatat bahwa ketika jumlah kematian diumumkan, tidak berarti kalau itu terjadi pada satu hari yang sama. Beberapa kasus memerlukan penyelidikan lebih lanjut, seperti pemeriksaan mayat atau tes laboratorium, yang bisa memakan waktu empat hingga enam minggu.
“Pada 2 Maret, 62 (kematian) atau 54 persen, adalah yang terjadi dalam 72 jam. Sebanyak 53 kematian, atau 46 persen melebihi 72 jam," jelasnya.
Baca Juga: Antisipasi Klaster di Lingkungan Pendidikan, Sleman Wajibkan Siswa dari Luar DIY Karantina
Ia menambahkan bahwa proses pelaporan perlu disesuaikan untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas tentang situasi Covid-19 Malaysia saat ini.
Pada hari Rabu (2/3), kementerian kesehatan melaporkan 115 kematian Covid-19 secara nasional, angka tertinggi dalam satu hari sejak varian Omicron menyebar akhir tahun lalu.
Terakhir kali Malaysia mencatat tingkat kematian harian ratusan orang per hari pada 12 Oktober tahun lalu, dengan 103 kematian.
Kematian kumulatif akibat Covid-19 di Malaysia kini telah mencapai hampir 33.000, sementara jumlah total kasus yang tercatat hampir 3,5 juta.
Berita Terkait
-
Disembunyikan Dalam Beras Basmati! Polisi Ungkap Kasus Narkoba Berlogo Batman Asal Malaysia
-
Pelajar SMP Indonesia Juara ESD Symposium di Malaysia, Kalahkan Peserta SMA dari Berbagai Negara
-
Satu-satunya di Asia! Limp Bizkit Bakal Guncang Kuala Lumpur, Cek Jadwal dan Harga Tiket di Sini
-
Harga Durian Anjlok, Musang King Dijual Rp23 Ribu per Kg
-
Tragis di Negeri Rantau, PMI Asal Aceh dan Bayinya Tewas Diduga Dibunuh di Malaysia
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Dokter Ungkap Bahaya Mata Juling yang Kerap Tak Disadari Orang Tua
-
Jangan Terlalu Melarang! Psikolog Ungkap Pentingnya Anak Bermain Bebas Saat Liburan
-
Sering Menatap Layar? Waspadai Miopia dan Mata Silinder yang Kini Banyak Menyerang Usia Produktif
-
El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?
-
Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?