Health / Konsultasi
Kamis, 03 Maret 2022 | 20:31 WIB
Ilustrasi Covid-19. (Freepik)

Suara.com - Varian Omicron menyebabkan masalah di sebagian negara, karena selain mudah menular, risiko kematian juga meningkat.

Menteri Kesehatan Malaysia Khairy Jamaluddin mengatakan salah satu kemungkinan penyebabnya adalah 91 persen orang yang meninggal akibat Covid-19 tidak menyadari kalau mereka terinfeksi virus corona SARS Cov-2.

Dalam konferensi pers, Kamis (3/3), Khairy mengungkapkan temuan itu berdasarkan analisis 113 kasus meninggal pada 5-21 Februari 2022.

Malaysia kini berlakukan aturan kalau kasus kematian Covid-19 harus dilaporkan ke Kementerian Kesehatan dalam waktu 72 jam, kata Khairy. Mulai 1 Maret, tambahnya, angka harian akan mencerminkan jumlah laporan kematian yang diterima dalam 72 jam terakhir.

Ilustrasi Covid-19 (Pixabay)

Kemudian laporan akan diunggah ke situs web COVIDNOW Malaysia yang menunjukkan statistik nasional di negara tersebut selama pandemi.

Sebelumnya, laporan kematian hanya diumumkan setelah proses pendaftaran selesai di tingkat negara bagian. Cara tersebut dinilai bisa memakan waktu cukup lama.

“Dengan demikian, ada beberapa kasus yang tertunda sebelum diumumkan. Makanya (ada) backlok, saya sudah perintahkan (ini) dihentikan,” ujar Khairi, dikutip dari Channel News Asia.

Menteri mencatat bahwa ketika jumlah kematian diumumkan, tidak berarti kalau itu terjadi pada satu hari yang sama. Beberapa kasus memerlukan penyelidikan lebih lanjut, seperti pemeriksaan mayat atau tes laboratorium, yang bisa memakan waktu empat hingga enam minggu.

“Pada 2 Maret, 62 (kematian) atau 54 persen, adalah yang terjadi dalam 72 jam. Sebanyak 53 kematian, atau 46 persen melebihi 72 jam," jelasnya.

Baca Juga: Antisipasi Klaster di Lingkungan Pendidikan, Sleman Wajibkan Siswa dari Luar DIY Karantina

Ia menambahkan bahwa proses pelaporan perlu disesuaikan untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas tentang situasi Covid-19 Malaysia saat ini.

Pada hari Rabu (2/3), kementerian kesehatan melaporkan 115 kematian Covid-19 secara nasional, angka tertinggi dalam satu hari sejak varian Omicron menyebar akhir tahun lalu.

Terakhir kali Malaysia mencatat tingkat kematian harian ratusan orang per hari pada 12 Oktober tahun lalu, dengan 103 kematian.

Kematian kumulatif akibat Covid-19 di Malaysia kini telah mencapai hampir 33.000, sementara jumlah total kasus yang tercatat hampir 3,5 juta.

Load More