Suara.com - Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO baru saja merilis pedoman terbaru, bahwa pasien Covid-19 yang terinfeksi varian Omicron tidak boleh diberikan obat terapi antibodi Casirivimab dan Imdevimab.
Casirivimab dan Imdevimab adalah terapi antibodi monoklonal atau protein sel kekebalan buatan laboratorium, yang khusus dibuat untuk melawan virus SARS CoV 2.
Casirivimab dan Imdevimab merupakan terapi pengobatan untuk pasien Covid-19 bergejala ringan, buatan Regeneron Pharmaceuticals Inc, dan sudah mendapatkan izin darurat dari BPOM AS, yakni FDA.
Melalui keterangan resminya, Kamis (3/3/2022), WHO mengatakan bahwa terapi Casirivimab dan Imdevimab merupakan dua kombinasi antibodi yang tidak terbukti efektif melawan varian Omicron.
"WHO kini merekomendasikan terapi ini hanya diberikan pada infeksi Covid-19 yang disebabkan varian lain," tulis WHO dalam rilisnya.
Hal yang sama juga disampaikan FDA, melalui keterangannya yang direvisi pada 24 Januari 2022, dinyatakan terapi antibodi meski sudah diberikan izin darurat, namun penggunanya hanya bisa terbatas pada pasien Covid-19 yang terinfeksi varian selain Omicron.
Apalagi saat ini AS, kasus Covid-19 sedang didominasi 99 persen varian Omicron sejak 15 Januari 2022 lalu, yang justru dianggap terapi antibodi ini bisa membahayakan.
Keputusan ini dibuat FDA, untuk mencegah pasien Covid-19 mengalami efek samping seperti alergi yang berpotensi serius, atau efek samping khusus yang tidak diharapkan dari paparan varian Omicron.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Pengakuan Lengkap Santriwati Korban Pencabulan Kiai Ashari di Lingkungan Pesantren Pati
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 7 Sepatu Lari Lokal untuk Jalan Jauh dan Daily Run Mulai Rp100 Ribuan, Tak Kalah dari Hoka
- 5 HP Terbaru 2026 untuk Budget di Bawah Rp3 Juta, Ada yang Support 5G dan NFC
Pilihan
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
Terkini
-
Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!
-
Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?