Suara.com - Telur adalah pilihan menu sarapan lezat dan kaya nutrisi yang baik untuk kesehatan tubuh.
Bila Anda merebus atau orak-arik telur, Anda bisa mendapatkan protein, lemak, vitamin dan mineral yang cukup. Semua nutrisi ini membantu kelancaran fungsi organ dalam.
Tapi, Anda pasti pernah melihat ada telur berwarna coklat dan putih. Anda mungkin bingung menentukan telur ayam mana yang baik untuk kesehatan.
Telur dianggap sebagai makanan super karena mengandung nutrisi yang sehat. Telur adalah sumber protein lengkap termurah, makronutrien yang dibutuhkan oleh tubuh dalam jumlah besar.
Bagian putih telur biasanya mengandung nutrisi minimal dibandingkan dengan bagian kuning telur. Jadi, semua orang selalu disarankan untuk mengonsumsi telur secara utuh.
Berlawanan dengan kepercayaan populer, kuning telur tidak tinggi lemak jika Anda menambahkannya ke makanan Anda dalam jumlah terbatas.
Sejujurnya dilansir dari Times of India, tidak ada perbedaan rasa atau nutrisi antara telur yang cangkangnya berwarna cokelat dan putih. Perbedaannya hanya pada warna cangkangnya saja. Telur cokelat hanya memiliki pigmen di cangkang yang tidak dimiliki telur putih.
Meskipun secara ilmiah tidak ada perbedaan antara telur cokelat dan putih, jenis ayam, jenis pakan dan kesegarannya dapat membuat telur yang berwarna cokelat rasanya berbeda dengan yang putih.
Dalam hal penurunan berat badan, telur cokelat dan putih memberi Anda jumlah nutrisi yang sama.
Baca Juga: WHO Tengah Pelajari Omicron BA.3: Seberapa Menular dan Parah Varian Satu Ini?
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis
-
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat
-
Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi
-
Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang
-
Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia
-
Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?
-
Waspada! 7 Jenis Tikus di Sekitar Rumah Ini Bisa Jadi Penyebab Hantavirus di Indonesia
-
4 Penyebab Hantavirus dan Gejala Awalnya, Ramai Dibahas usai Kasus MV Hondius
-
Hantavirus Apakah Sudah Ada di Indonesia? Ini Fakta dan Risiko Penularannya
-
Hantavirus Mirip Flu? Ketahui Gejala, Penularan, dan Cara Mencegahnya