Suara.com - Tak ada yang bisa membantah jika salah satu cara pengolahan makanan paling lezat dan mudah adalah dengan digoreng. Namun demikian, cara mengolah makanan ini juga wajib diimbangi dengan penggunaan minyak goreng yang berkualitas, sehingga tetap bisa berdampak baik bagi tubuh. Pilihan minyak goreng paling sehat sendiri sebenarnya cukup luas.
Dalam minyak goreng sendiri umumnya ada tiga kandungan yang bisa berdampak untuk kesehatan. Pertama lemak jenuh, yang bisa meningkatkan risiko penyakit jantung, kemudian lemah tidak jenuh ganda yang bisa meningkatkan kadar kolesterol baik dalam darah, dan lemak tidak jenuh tunggal yang bisa membantu mengurangi risiko penyakit jantung.
Lalu apa pilihan minyak goreng yang paling sehat yang bisa digunakan saat ini?
1. Minyak Bunga Matahari
Opsi pertama yang bisa diberikan adalah minyak bunga matahari. Kandungan lemak tidak jenuh ganda yang tinggi baik dalam menurunkan kadar kolesterol jahat. Memang mungkin sedikit kurang umum digunakan, namun nyatanya minyak bunga matahari banyak dipilih untuk mengganti mentega.
Satu hal lagi, minyak ini sangat stabil untuk memasak dalam suhu tinggi, sehingga akan jadi alternatif pengganti minyak goreng biasa yang menarik dicoba.
2. Minyak Kenari
Memiliki rasa yang mirip dengan kacang, minyak kenari mengandung banyak Omega-3 dan lemak tidak jenuh ganda. Rasanya yang unik ini menjadikan minyak kenari cocok untuk dressing salad, dan membuat sajian Anda makin bernutrisi.
Namun perlu diingat, minyak kenari tidak memiliki daya tahan yang terlalu baik. Pada kondisi disimpan di lemari pendingin, minyak ini hanya bisa bertahan 3 bulan saja.
Baca Juga: Viral Minyak Goreng Rp37 Miliar Tumpah ke Laut, Warganet: Emak-emak Auto Bahas Karma
3. Minyak Zaitun Murni
Minyak zaitun murni dikenal luas sebagai salah satu minyak goreng yang paling sehat. Menjadi sumber lemak tidak jenuh tunggal, ketika digunakan untuk menggoreng bisa membantu Anda menjaga kadar kolesterol jahat tetap rendah.
Selain itu kandungan lain seperti antioksidan dan polifenol bisa membantu kesehatan jantung. Seperti minyak kenari, minyak zaitun murni juga bisa menjadi opsi menarik untuk dressing berbagai salad.
4. Minyak Kacang
Minyak kacang memiliki kandungan fitosterol yang bisa membantu menurunkan kadar kolesterol jahat dalam darah dan mencegah penyakit kanker. Dengan titik asap yang tinggi, minyak kacang juga jadi pilihan menarik untuk memanggang dan menumis.
Berita Terkait
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Studi Baru Temukan Mikroplastik di Udara Kota, Dua Pertiganya Berasal dari Sumber Tak Terduga
-
Ibu Hamil Rentan Cemas, Meditasi Disebut Bisa Bantu Jaga Kesehatan Mental
-
Apa Itu Patah Tulang Selangka? Cedera Ngeri Alex Marquez di MotoGP Catalunya 2026
-
Obat Diabetes dan Obesitas Bentuk Pil Makin Diminati, Pasien Dinilai Lebih Mau Berobat
-
Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus
-
Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar
-
Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?
-
Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan
-
Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis
-
Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat