Suara.com - Video Megawati terang-terangan meminta jatah kursi jabatan menteri untuk kader PDIP menjadi salah satu video tersuram. Setidaknya itu menurut komika Pandji Pragiwaksono.
Pandji menilai video Megawati Soekarnoputri minta jatah kursi yang beredar luas di media sosial ini sebagai video tersuram yang pernah dia lihat.
"Masih jadi salah satu video tersuram yang pernah gue liat," ucap Pandji Pragiwaksono dikutip dari Twitter @pandji pada Sabtu (19/3/2022).
"Udah gak sembunyi-sembunyi lagi ngomong begini," imbuh komedian berusia 42 tahun ini.
Sebelumnya, Kemal Palevi mengunggah ulang potongan video permintaan Megawati Soekarnoputri tersebut lewat akun Twitter-nya dengan sebuah komentar menohok.
"Mending antri rebutan minyak goreng bu, daripada rebutan jatah menteri," tulis Kemal Palevi.
Setelah dikomentari Pandji Pragiwaksono, komentar kontra dari netizen bermunculan. Netizen menilai bagi-bagi kekuasaan adalah hal biasa dalam dunia politik.
"Bukan tersuram bang, emang politik itu kan selalu dengan bagi-bagi kekuasaan jaman pak SBY juga gitu," balas seorang netizen.
Pandji Pragiwaksono kemudian menegaskan bahwa poin masalah bagi-bagi kekuasaan dilakukan Megawati Soekarnoputri secara terang-terangan.
Baca Juga: 6 Pernyataan Megawati yang Dinilai Publik 'Blunder' hingga Tuai Pro dan Kontra
"What is wrong with you man? Masalahnya bukan di bagi-bagi jabatan. Itu mah kita udah pada tau. Ini masalah dia dengan santai ngomong dengan terbuka," jawab Pandji Pragiwaksono.
Megawati Diskakmat Gegara Ocehan Minyak Goreng, Cak Nun: Dia Nggak Punya Ilmu
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menuai kritikan publik terkait ocehan mengenai minyak goreng.
Hal tersebut berawal dari Megawati yang mengomentari video viral ibu-ibu yang sedang mengantri minyak goreng.
Dikutip dari wartaekonomi--jaringan Suara.com, sebuah video lawas dari Emha Ainun Nadjib alias Cak Nun kembali viral.
Video tersebut diunggah oleh akun Twitter @bosstamlen.
Tag
Berita Terkait
-
Megawati Diskakmat Gegara Ocehan Minyak Goreng, Cak Nun: Dia Nggak Punya Ilmu
-
Megawati Kritik Ibu-ibu Berebut Minyak Goreng, Pakar: Kepekaan Elit Pada Rakyat Mulai Luntur
-
Puan Maharani Kena Getah Celotehan Megawati, Instagramnya Diserbu Nyinyiran 'Kerupuk Rebus'
-
3 Pernyataan 'Menyengat' Megawati Selama Jokowi Berkuasa, Jadi Sorotan Publik!
-
PKS Kritik Celotehan Megawati: Ini Bukan Soal Mengolah Makanan, Tapi Minyak Goreng Itu Hak Rakyat
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- Guru Besar UGM Cium Ada Perubahan Sikap yang Tak Biasa Usai Mama Sinta Lapor Polisi soal Pesta Babi
Pilihan
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
-
Rambah Cempaka: Perempuan yang Bersemayam di Batu Lumpang
-
Jay Idzes Tercoret! Ini Daftar Pemain Timnas Indonesia Hadapi FIFA Matchday
Terkini
-
Komunitas Kretek Desak Pemerintah Tak Telan Mentah-mentah Narasi Anti-Tembakau Global
-
Unsur Pidana Ditemukan! Kasus Pembubaran Ibadah Gereja di Bantul Naik Penyidikan
-
Jakbar Bukan Gotham City! Wali Kota Iin Klaim Kriminalitas Tidak Lebih Tinggi dari Wilayah Lain
-
PT MMSGI Tegaskan PT MMS yang Diperiksa Bareskrim Bukan Bagian dari Grup Mereka
-
Awas Macet! Jalan Lenteng Agung Arah Depok Ditutup Sore Ini, Rute Transjakarta Dipangkas
-
Api Misterius di Sleman Bukan Dipicu Metana? Peneliti UGM Soroti Peran Gas Hidrogen
-
Kasus Korupsi Gus Yaqut Dilimpahkan ke Pengadilan Usai Musim Haji
-
Teror Api Misterius Sleman: Sampel Gas Jadi Kunci, Baju Bisa Terbakar Sendiri
-
Kabar Baik! Jalur Lenteng Agung yang Amblas Bisa Dilalui Normal Besok Pagi
-
Kasus Korupsi Haji, KPK Segera Jebloskan Bos Maktour dan Eks Ketum Kesthuri ke Sel