Suara.com - Pebalap MotoGp Marc Marquez sempat mengalami kecelakaan saat sesi pemanasan pada Minggu (20/3/20220). Pebalap dari Repsol Honda itu sempat mengalami highside hingga terpental dari motornya di Tikuingan 7.
Usai mengalami kecelakaan itu, ia dilarikan ke rumah sakit setempat untuk menjalani pemeriksaan. Melalui laman resminya, MotoGP menyebut kondisi Marc Marquez dinyatakan gegar otak akibat kecelakaan.
Marc Marquez sempat dikabarkan tidak bisa tampil di MotoGP. Lantas, apakah gegar otak bisa berakibat fatal hingga kematian? Dilansir dari Cleveland Clinic, gegar otak adalah cedera otak traumatis ringan yang disebabkan oleh benturan, sentakan keras, atau pukulan ke kepala Anda. Siapapun dari bayi hingga orang tua bisa mengalami gegar otak. Sakit kepala adalah gejala yang paling umum.
Sebagian besar gejala sembuh dalam 14 hingga 21 hari. Meskipun rencana pemulihan unik untuk setiap orang, semua melibatkan istirahat mental dan fisik dan kembalinya aktivitas secara bertahap.
Namun, gegar otak yang tidak terdiagnosis, tidak dikenali, atau dirawat dengan buruk dapat menunda pemulihan – meningkatkannya dari dua minggu menjadi beberapa bulan atau bahkan lebih lama.
Jika Anda telah didiagnosis dengan gegar otak dan gejala gegar otak masih ada setelah 14 hari atau gejalanya memburuk, temui profesional kesehatan yang berspesialisasi dalam manajemen gegar otak.
Ini jarang terjadi, tetapi gegar otak dapat menyebabkan pendarahan di otak atau pembengkakan otak yang bisa berakibat fatal. Ini adalah salah satu alasan mengapa sangat penting untuk memperhatikan orang yang mengalami gegar otak dengan hati-hati dalam 24 hingga 48 jam pertama setelah gegar otak dan mencari perawatan segera jika gejalanya memburuk.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- 7 Tablet Rp2 Jutaan SIM Card Pengganti Laptop, Spek Tinggi Cocok Buat Editing Video
Pilihan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
Terkini
-
Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan
-
Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan
-
96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan
-
Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak
-
Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan
-
Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari
-
Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit
-
Kenali Ragam Penyakit Ginjal dan Pilihan Pengobatan Terbaiknya
-
Solusi Membasmi Polusi Kekinian ala Panasonic
-
Gaya Hidup Modern Picu Asam Urat, Ini Solusi Alami yang Mulai Direkomendasikan