Suara.com - Belakangan, banyak ibu membandingkan penampilan mereka saat sebelum dan sesudah memiliki anak. Hal ini menjadi tren di TikTok, dengan memperlihatkan banyak perbedaan yang cukup mengejutkan.
Salah satunya adalah ibu dua anak bernama Jill. Dengan akun @jill200016, ia menyisipkan foto dirinya dari hampir satu dekade lalu, dan membandingkannya dengan penampilannya sekarang, yang menurut sebagian orang adalah dua orang yang berbeda.
Seperti dilansir The Sun, pada awal video, Jill yang berasal dari Kentucky, Amerika Serikat membagikan foto dirinya saat masih gadis bersama teks yang berbunyi, "Gadis yang dia pikir akan bersamanya selamanya."
Dalam jepretan itu, Jill terlihat berdiri di luar pintu depan dengan rambut ikal pirang kecokelatan, berpose dalam balutan atasan dan jeans ketat. Simak video lengkapnya di sini.
Melihat kembali gambar itu, ibu dua anak itu dengan bercanda berkata, "Tidak, itu bukan saya."
Sekarang, tujuh tahun kemudian, saat dia telah memiliki dua anak kemudian, Jill memperlihatkan penampilannya dengan berat badan yang bertambah, serta daster bunga-bunga.
Bukan cuma itu, ia mengatakan, setelah masa kehamilan dan melahirkan, dirinya mengalami kerontokan rambut. Dari yang dulunya ikal dan indah, sekarang tampak gelap, sedikit lebih tipis dan ia kuncir cepol berantakan.
"Namun entah bagaimana dia (suaminya) lebih tertarik padaku daripada sebelumnya," dia mengungkapkan.
Dalam postingan TikTok tersebut, ia mengungkapkan jika mereka mulai berkencan pada usia 14 tahun dan sekarang, keduanya berusia 22 tahun, telah memulai keluarga kecil mereka sendiri, dengan seorang putri dan seorang putra.
Baca Juga: Viral Video Pasangan Remaja Kepergok Bermesraan di Kamar, Ditonton 200 Ribu Orang
Jill juga telah terbuka tentang perjalanan penurunan berat badannya dan ia berhasil menurunkan 50 pon sejak Juli tahun lalu.
Namun terlepas dari hubungan yang luar biasa antara keduanya, beberapa orang berpikir bahwa penampilan Jill yang begitu berubah tidak adil untuk pasangannya. Video viral tersebut pun telah dilihat lebih dari 5,7 juta kali.
"Itu pelanggaran kontrak jika saya melihatnya," seperti yang dikatakan seseorang.
"Pria yang malang," ujar yang lain.
Sementara yang lain berkata, "Tidak, akhirnya aku menemukan ada satu alasan untuk tetap melajang."
Yang lebih parah, "sering kali wanita ini bercerai, menjadi tua dan mati sendirian karena mereka tidak bisa menjaga kebugaran mereka."
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Mobil Toyota Bekas yang Mesinnya Bandel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Pajak Rp500 Ribuan, Tinggal Segini Harga Wuling Binguo Bekas
- 9 Sepatu Adidas yang Diskon di Foot Locker, Harga Turun Hingga 60 Persen
- 10 Promo Sepatu Nike, Adidas, New Balance, Puma, dan Asics di Foot Locker: Diskon hingga 65 Persen
- 5 Rekomendasi Sepatu Lari Kanky Murah tapi Berkualitas untuk Easy Run dan Aktivitas Harian
Pilihan
-
Petani Tembakau dan Rokok Lintingan: Siasat Bertahan di Tengah Macetnya Serapan Pabrik
-
Bos Bursa Mau Diganti, Purbaya: Tangkap Pelaku Goreng Saham, Nanti Saya Kasih Insentif!
-
Omon-omon Purbaya di BEI: IHSG Sentuh 10.000 Tahun Ini Bukan Mustahil!
-
Wajah Suram Kripto Awal 2026: Bitcoin Terjebak di Bawah $100.000 Akibat Aksi Jual Masif
-
Tahun Baru, Tarif Baru: Tol Bandara Soekarno-Hatta Naik Mulai 5 Januari 2026
Terkini
-
Ancaman Kuman dari Botol Susu dan Peralatan Makan Bayi yang Sering Diabaikan
-
Terlalu Sibuk Kerja Hingga Lupa Kesehatan? Ini Isu 'Tak Terlihat' Pria Produktif yang Berbahaya
-
Lebih dari Separuh Anak Terdampak Gempa Poso Alami Kecemasan, Ini Pentingnya Dukungan Psikososial
-
Pakar Ungkap Cara Memilih Popok Bayi yang Sesuai dengan Fase Pertumbuhannya
-
Waspada Super Flu Subclade K, Siapa Kelompok Paling Rentan? Ini Kata Ahli
-
Asam Urat Bisa Datang Diam-Diam, Ini Manfaat Susu Kambing Etawa untuk Pencegahan
-
Kesehatan Gigi Keluarga, Investasi Kecil dengan Dampak Besar
-
Fakta Super Flu, Dipicu Virus Influenza A H3N2 'Meledak' Jangkit Jutaan Orang
-
Gigi Goyang Saat Dewasa? Waspada! Ini Bukan Sekadar Tanda Biasa, Tapi Peringatan Serius dari Tubuh
-
Bali Menguat sebagai Pusat Wellness Asia, Standar Global Kesehatan Kian Jadi Kebutuhan