Suara.com - Penyakit tuberkulosis masih menjadi penyakit menular yang mengancam kesehatan masyarakat Indonesia.
Data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyebut saat ini, diprediksi ada lebih dari 800 ribu orang dengan tuberkulosis di Indonesia. Sayangnya, hanya 500 ribu kasus saya yang sudah ditemukan dan diobati.
Terkait tuberkulosis, Prof Tjandra Yoga Aditama, Direktur Pasca Sarjana Universitas YARSI, mengatakan bahwa untuk bisa mengendalikan tuberkulosis, pengendalian rokok dan tembakau perlu diperketat.
"Angka risiko relatif kejadian TB berhubungan dengan rokok adalah 1,6, dengan interval antara 1,2 sampai 2,1. Diperkirakan di dunia ada 0,73 juta kasus TB se tahun yang berhubungan dengan kebiasaan merokok," terangnya dalam keterangan tertulis, Senin (4/4/2022).
Tjandra mengutip buku Global TB Report 2021 yang menyebut ada lima faktor risiko terjadinya tuberkulosis, yakni:
- Kebiasaan merokok,
- Kurang gizi,
- Infeksi HIV,
- Diabetes,
- dan konsumsi alkohol.
Bukan hanya meningkatkan risiko terpapar tuberkulosis, merokok juga diketahui memberatkan alias membuat tuberkulosis semakin parah.
"Penelitian yang di publikasi di International Journal of Tuberculosis and Lung Diseases (IJTLD) Februari 2020 menyebutkan bahwa kebiasaan merokok menimbulkan perburukan hasil pengobatan TB dan lebih lambatnya perbaikan pemeriksaan usap dahak dan kultur," tambah mantan Direktur WHO Asia Tenggara ini.
Kabar baiknya, penelitian yang dipublikasi di Jurnal Internasional Thorax bulan Januari 2022 menunjukkan bahwa pasien TB yang berhenti merokok menunjukkan hasil pengobatan TB yang lebih baik
"Jadi pasien tuberkulosis harus dianjurkan berhenti merokok," terangnya.
Baca Juga: Begini Cara Rokok Merusak Mata Hingga Menyebabkan Masalah Penglihatan Sampai Kebutaan
Berita Terkait
-
Polda Kalsel Minta Maaf, AKBP Viral Merokok Sambil Nyetir Langsung Diperiksa Propam!
-
Aksi Oknum Polisi Merokok Sambil Nyetir Viral, Ditegur Malah Ngeyel
-
Video WNI Merokok di Area Terlarang di Jepang Viral, Ini Klarifikasinya
-
5 Rekomendasi Permen Karet Sugar Free Cocok untuk Bantu Berhenti Merokok
-
Wamendagri Wiyagus Tekankan Komitmen Pemda Percepat Penuntasan TBC
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia
-
Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh
-
Tips Memilih Susu Berkualitas, Nutrisionis: Perhatikan Sumber dan Kandungannya
-
Pemulihan Optimal Setelah Operasi Dimulai dari Asupan Nutrisi yang Tepat
-
Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?
-
Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat
-
Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik
-
Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien