Suara.com - Melonjaknya kasus virus corona Covid-19 di Shanghai membuat pemerintah China memberlakukan lockdown ketat dan besar-besaran yang disebut strategi 'nol Covid'.
Strategi 'nol Covid' ini membuat masyarakat di China dilarang meninggalkan rumah atau gedung apartemen mereka serta dipaksa tinggal di kamar hotel apabila dianggap sebagai kontak berisiko tinggi.
Hal ini membuat banyak masyarakat terkena dampaknya secara langsung. Salah satunya tidak dapat meninggalkan kompleks perumahan mereka meski harus ke rumah sakit.
Seorang wanita di Shanghai terpaksa harus melepas jahitan di kelopak matanya di gerbang kompleks perumahan karena daerah tempat tinggalnya terkena lockdown.
Video pelepasan jahitan tersebut viral di media sosial China Weibo dan telah ditonton lebih dari 140 juta kali.
Dalam tayangan terlihat seorang dokter bernama Zhou Zhaoping secara hati-hati melepas jahitan di kelopak mata sang gadis walau dibatasi pagar.
Awalnya Zhou menyarankan untuk mengirimi sang gadis sekotak alat bedah sehingga sang pasien dapat melepas jahitan sendiri dengan bantuan orang rumah. Tetapi ia tidak bisa menemukan bantuan, akhirnya Zhou memutuskan untuk melakukannya sendiri.
"Tidak mudah melakukannya sambil berdiri karena tangan saya akan gemetar, jadi saya memintanya untuk menahan dagunya di gerbang agar tetap diam," kata Zhou kepada outlet berita setempat, dilansir Insider.
Prosedur itu disaksikan oleh satpam kompleks, yang sebelumnya telah memastikan bahwa Zhou dan sang gadis negatif Covid-19 dan harus mengenakan masker.
Baca Juga: Brutal! Gangster Serang Remaja di Tangsel, Korban Luka 20 Jahitan
"Jadi saya pikir risikonya (tertular virus corona) rendah," sambung Zhou.
Disebutkan bahwa sang gadis harus segera melepas jahitannya karena jika terlalu lama dibiarkan akan semakin sulit dilakukan dan bisa menimbulkan jaringan parut.
Sang gadis baru saja melakukan operasi plastik kelopak mata ganda pada pertengahan Maret, dan jadwal melepas jahitan pada Sabtu pekan lalu.
Operasi plastik kelopak mata ganda dilakukan untuk membuat lipatan di kelopak mata agar mata tampak lebih besar. Prosedur ini sangat populer di China dan Korea Selatan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia
-
Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh
-
Tips Memilih Susu Berkualitas, Nutrisionis: Perhatikan Sumber dan Kandungannya
-
Pemulihan Optimal Setelah Operasi Dimulai dari Asupan Nutrisi yang Tepat
-
Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?
-
Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat
-
Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik
-
Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien